Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.4%

7.3%

70.2%

Ini 3 Nama Calon Direksi PDAM Tirta Sukapura Tasik, Dadi: Awas Jangan Salah Pilih

175
0
BADAN USAHA. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura belum memiliki direksi definitif dan masih menunggu proses seleksi selesai. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIMALAYA

SINGAPARNA – Proses seleksi Direksi PDAM Tirta Sukapura sudah mengerucut lima besar. Tahap selanjutnya tinggal menunggu wawancara dan keputusan Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto untuk menentukan tiga nama sebagai direksi BUMD tersebut.

Lima nama tersebut yakni Anton, Enjang, Didin, Ali dan Darwin. Tiga di antaranya, yakni Enjang, Didin dan Ali pernah menjabat sebagai direksi PDAM Tirta Sukapura.

Baca juga : Hari Ini, Musda Golkar Kota Tasik Dilanjut

Enjang pernah menjabat direktur utama sedangkan Ali dan Didin sebagai direktur umum dan direktur teknis di era Dirut Wawan yang habis pada periode tahun ini.

Sedangkan untuk Anton sebelumnya menjabat Direktur Utama PDAM Sukabumi dan Darwin kepala Unit PDAM Manonjaya, keduanya juga berpengalaman dalam bidang perusahaan air, namun tetap harus dilihat dari rekam jejak dan kinerjanya seperti apa.

Aktivis 96, Dadi Abidarda menilai hasil seleksi dan mengerucut lima besar ini masih memunculkan orang-orang lama yang pernah menjadi dirut, dirum dan dirtek.

“Bagi saya memang bukan persoalan apakah orang baru atau lama. Tapi yang pasti dalam menentukannya harus melihat rekam jejak dan kinerjanya. Apalagi tiga orang sudah pernah menjadi direksi, jadi bisa terlihat kinerjanya seperti apa selama menjabat,” ujarnya kepada Radar, Minggu (30/8).

Maka dari itu, Dadi meminta bupati dalam menentukan tiga orang untuk direksi harus benar-benar selektif dan melihat kinerjanya selama bekerja. Apakah sudah sesuai harapan dan aturan atau malah justru banyak persoalan.

Dadi menilai kinerja direksi PDAM Tirta Sukapura dua periode ke belakang belum menunjukkan keberhasilan atau meningkatkan PAD bagi Kabupaten Tasikmalaya.

Padahal, potensinya cukup luas dengan banyaknya pelanggan dari Kota Tasikmalaya. Namun, pada kenyataannya kondisi PDAM masih jalan di tempat dan belum berdampak signifikan kepada PAD.

“Saya pribadi melihat ada tiga nama yang pernah menjabat sebagai direksi lolos kembali. Di mana menurut saya kinerjanya belum signifikan untuk membawa PDAM lebih baik. Saya berharap bupati bisa menjadikan ini sebagai pertimbangan kuat dalam mengambil keputusan, karena berkaitan dengan masa depan PDAM,” katanya, menjelaskan.

“Bupati jangan sampai keliru memilih. Beberapa tahun ke belakang PDAM banyak persoalan dan tidak ada PAD yang signifikan disumbangkan, padahal setiap tahunnya dibantu oleh pemerintah daerah. Apakah direksi seperti itu mau diangkat kembali,” katanya, menambahkan.

Lanjut dia, sedangkan untuk nama baru yang muncul dalam lima besar ini pun tetap harus dilihat rekam jejaknya seperti apa. Apalagi ada satu yang berasal dari Sukabumi, itu jelas harus benar-benar dilihat seperti apa sewaktu menjabat.

“Kalau saya melihat jika nanti yang terpilihnya masih orang-orang itu atau yang sudah menjabat direksi, diprediksi PDAM tidak akan berkembang karena rekam jejaknya dan kinerja sudah terlihat seperti itu, stagnan,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya Hidayat Muslim SE mengatakan, memang dalam urusan pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan oleh PDAM Tirta Sukapura masih stagnan di angka Rp 6 miliar per tahun.

Maka untuk meningkatkan PAD, kata dia, diperlukan direksi baru yang mampu berinovasi membuat terobosan untuk meningkatkan profit perusahaan seperti pengembangan usaha.

“Komisi II berharap bahwa PAD dari PDAM itu sangat signifikan, kalau kita dikonversikan dengan biaya operasional, itu jangan sampai jomplang dengan PAD yang disetorkan ke pemerintah daerah,” ungkap Hidayat kepada Radar di Kantor DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (30/8).

Dalam pengembangan perusahaan, ungkap dia, PDAM bisa seperti daerah lain membuat air kemasan hasil karya sendiri. Bisa memanfaatkan penyediaan minumannya dalam kegiatan rapat-rapat di pemerintahan dan DPRD. Termasuk bisa dijual ke masyarakat untuk dikonsumsi.

“Maka di sana akan tercipta peluang untuk pengembangan usaha sehingga PAD akan meningkat, selain butuh direksi PDAM yang profesional dan mampu menguasai manajemen,” kata dia.

Dengan sumber mata air yang melimpah, Hidayat mendorong bisa dimanfaatkan menjadi peluang bisnis usaha di PDAM. Dengan terobosan inovasi selain pengelolaan air mentah. “Maka bagaimana caranya supaya biaya operasional ini bisa ditekan pengeluarannya, dengan cara membuat inovasi baru,” jelas dia.

Baca juga : Kota Tasik & Ciamis Dapat Bantuan PCR Portabel dari Pemprov Jabar

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya Hakim Zaman SE menambahkan, pada intinya semua badan usaha milik daerah (BUMD) termasuk di dalamnya PDAM harus mampu optimal meningkatkan PAD bagi daerah.

“Maka para direksi PDAM baru yang terpilih nanti harus mempunyai rencana kerja yang jelas salah satunya target peningkatan PAD sebagai modal untuk mampu mengembangkan PDAM lebih baik ke depannya,” ungkap dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.