Ini 3 Zona di Ciamis yang Bisa Dikembangkan, dengan 2 Pintu Tol

98
0
Loading...

CIAMIS – Kabupaten Ciamis memiliki potensi alam yang sangat luar biasa.

Tuhan telah menganugrahi Ciamis dengan alam yang subur dan cukup luas.

Diantara potensi tersebut yaitu di bidang Pertanian dan Perhutanan.

Hal ini disampaikan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, saat menerima kunjungan Investor dari Asosiaai Indonesia Bahrain Bisnis Partnership bertempat di ruang Oproom Setda Ciamis, kemarin.

“Salah satu potensi lain di bidang pertanian yaitu Ciamis merupakan lumbung padi terbesar ke empat di Jawa Barat yang terletak di Ciamis selatan,” ujar Herdiat.

Loading...

“Sedangkan Ciamis utara salah satu penghasil sayuran seperti tomat, cabe, kol, brokoli dan lain-lain,” sambung Herdiat.

Herdiat mengatakan, Ciamis salah satu penghasil kayu terbesar, seperti kayu jati dan Albasiyah serta penghasil kopi, dengan 874 ton kopi per-tahunnya.

“Kami punya keinginan membangun 3 zonasi potensi di Ciamis, diantaranya Ciamis Utara potensi pariwisata, seperti Situ Lengkong, Astana Gede yang berupa wisata religi dan sejarah. Sedangkan di Ciamis Tengah atau Ciamis Kota, kita ingin mengembangkan pendidikan, pemerintahan dan industri,” paparnya.

“Dan terakhir wilayah Ciamis selatan memiliki potensi di bidang pertanian berupa lumbung padi, dan termasuk lmbung padi jabar terbesar ke 4,” tambahnya.

Menurutnya, yang menjadi salah satu kendala kurangnya minat investor di Ciamis adalah sulitnya akses seperti tidak adanya bandara ataupun jalan tol dan yang kedua adalah kurang baiknya perijinan.

“Tahun 2024 telah direncanakan pembangunan nasional berupa akses jalan tol dari Bandung sampai Cilacap dan kita memiliki 2 titik exit. satu titik di imbanagara dan satu lagi di Kecamatan Pamarican yang aksesnya ke Kota Banjar,” jelasnya.

Melihat potensi dan peluang yang ada Bupati Ciamis berharap akan ada investor yang tertarik dan menanamkan modalnya di Kabupaten Ciamis.

“Kami ingin pertumbuhan yg terintegrasi sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, ” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Indonesia Bahrain Bisnis partnership Dr Yudini mengatakan, kondisi pandemi Covid 19 saat ini dampaknya akan berjalan cukup lama.

Dimana hal ini akan menimbulkan kondisi sulit yang dihadapi masyarakat.

“Ditengah pandemi seperti saat ini sektor yang dapat bergerak adalah sektor pemerintahan, ditengah kolapnya perusahaan – perusahaan swasta, pemerintah yang dalam hal ini Bupati dengan kebijakanya harus mampu menggerakan kembali perekonomian masyarakat salah satunya mengelola BUMD dengan sebaik baiknya, ” tutur Yudini.

“Kita bisa memulai dengan BUMD. saat ini yang bisa bergerak hanya Pak Bupati, ini satu kenyataan yang harus dihadapi pemerintah daerah menjadi harapan satu satunya, ” tambahnya.

Menurutnya, disaat pandemi seperti saat ini sektor swasta akan berpikir panjang dan lebih berhati hati untuk menginvestasikan modalnya.

Yudini mengatakan, pihaknya akan melihat potensi rill dan data- data yang ada di Kabupaten Ciamis, sebelum kemudian mempromosikan potensi Ciamis ke berbagai negara khususnya Timur tengah seperti Bahrain. (rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.