Ini 4 Wali Kota & Bupati yang Meninggal Akibat Covid-19

172
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

JAKARTA – Seberan Virus Covid-19 di tanah air, hingga Sabtu (22/8) ada sebanyak 151.498 orang positif.

Sebanyak 105.198 sembuh dan 6.594 meninggal dunia dari berbagai kalangan masyarakat.

Sejak Agustus 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia setiap hari rata-rata 2.000-an orang.

Melansir pojoksatu, ada beberapa tenaga medis dan pejabat negara meninggal akibat Covid-19. Termasuk empat kepala daerah.

Berikut ini 4 wali kota dan bupati yang meninggal akibat Covid-19:

1. Bupati Morowali Utara

Aptripel Tumimomor. Kepala daerah pertama yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Ia dinyatakan positif Corona pada 3 April setelah melakukan perjalanan ke Jakarta selama dua pekan. Dan meninggal sehari sebelum hasil tes keluar.

2. Wali Kota Tanjungpinang

Syahrul. Wali Kota Tanjungpinang. Dia dinyatakan positif Corona sejak 11 April 2020. Istri dan cucunya juga positif.

Dalam perawatan di ruang ICU RSUP Kepri, ia sempat memerlukan 20 kantong darah golongan O untuk transfusi.

Setelah seminggu berjuang melawan Covid-19, Syahrul meninggal pada 28 April.

3. Wali Kota Banjarbaru

Nadjmi Adhani. Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dia positif Covid-19 pada Juli 2020.

Dia meninggal dua pekan saat menjalani perawatan, Senin (10/08), di Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin.

4. Plt Bupati Sidoarjo

H Nur Ahmad Syaifuddin (56) Plt Bupati Sidoarjo. Dia meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19.

Kadinkes Sidoarjo dr Syaf Satyawarman membenarkan kabar duka tersebut.

“Karena Covid, positif Covid-19,” ujar dr Syaf Satyawarman, Sabtu (22/08).

Syaf mengatakan, Nur Ahmad sudah menjalani tes swab dan hasilnya positif Covid-19. Nur Ahmad juga sudah dirontgen dan sudah mengalami pneumonia.

“Sudah di-swab ternyata positif, terus dirontgen juga sudah pneumonia gitu,” kata Syaf.

Syaf menambahkan, Nur Ahmad masuk rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (22/8) dan meninggal pukul 15.10 WIB.

H Nur Ahmad Syaifuddin, wakil bupati yang juga Plt bupati Sidoarjo ini sebelum meninggal dunia, sempat mengalami sesak napas.

(one/pojoksatu)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.