Ini 7 Pembatasan Kegiatan di Kota Tasik Saat PSBB Diberlakukan 6 Mei

4289
9

KOTA TASIK – Dalam pelaksanaan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah Kota Tasik, Pemkot menerapkan 7 poin pembatasan.

Wali Kota Tasik, Budi Budiman menjelaskan, selama PSBB, pertama; semua aktivitas di lingkungan sekolah ditiadakan. Artinya, seluruh siswa wajib belajar di rumah.

“Pembatasan pendidikan sudah dilakukan sejak satu bulan yang lalu. Jadi saya pikir tak ada hambatan,” ungkap Budi saat konferensi pers di Balekota Tasikmalaya, Senin (4/5).

Kedua, lanjut Budi, akan dilakukan di tempat kerja. Selama ini, beberapa instansi sudah membatasi kerja para karyawannya atau work from home (WFH).

Baca juga : Di Kota Tasik, Per Tahun Muncul 6.000 Pencari Kerja Baru

Ketika PSBB diberlakukan, perusahaan lainnya harus mulai membatasi aktivitas di kantor nya masing-masing.

Menurut Budi, tedapat pengecualian untuk beberapa instansi yang tetap harus memberikan pelayanan kepada warga selama PSBB.

Adalah, penegak hukum, BUMN dan BUMD, pelaku usaha kesehatan, makanan, energi, pertanian, komunikasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, dan pelayanan dasar.

Selain itu, terdapat pengecualian juga kepada organinsasi kebencanaan dan sosial untuk tetap bisa beroperasi.

Budi melanjutkan, pembatasan ketiga adalah pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Ia menegaskan, selama PSBB berlangsung, dilakukan penghentian sementara seluruh kegiatan di rumah ibadah.

Hanya kegiatan berupa penanda ibadah yang diperbolehkan, seperti azan atau mendentangkan lonceng.

“Ini demi keselamatan kita bersama. Ibadah di tempat masing-masing dahulu dan pembinaan dapat dilakukan secara virtual,” kata dia.

Pembatasan keempat yang dilakukan adalah pembatasan di tempat umum.

Menurut Budi, penduduk dilarang berkerumun lebih dari lima orang di tenpat umum, kecuali untuk mencari kebutuhan pokok, logistik, energi, dan lainnya.

Pemkot Tasikmalaya juga melakukan pembatasan jam operasional pusat-pusat perbelanjaan.

Pasar tradisional misalnya, hanya diperbolehkan beroperasi pada pukul 04.00-12.00 WIB.

Sementara kegiatan di pasar tradisional yang beroperasi pada malam hari dibatasi hanya pada pukul 19.00-23.00 WIB.

Sedangkan untuk minimarket dan supermarket operasionalnya dibatasi hanya pada pukul 10.00-18.00 WIB. “Diutamakan pemesanan secara daring,” ucap dia.

Pembatasan keenam yaitu, pembatasan kegiatan sosial dan budaya. Termasuk juga kegiatan pertemuan politik, olahraga, hiburan, akademi, dan budaya.

Terdapat tiga kegiatan sosial yang masih dapat pengecualian, yaitu khitanan, pernikahan, dan pemakaman. Namun, tiga kegiatan itu mesti dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Terakhir, lanjut Budi, pembatasan trasportasi. Ia mengatakan, semua pergerakan orang dan barang dihentikan sementara, kecuali angkutan medis, bahan pokok, peredaran uang, energi, barang impor, bus jemputan karyawan, pertahanan dan keamanan.

Sementara, transportasi orang yang masih diperbolehkan adalah kendaraan bernomor pribadi, angkutan umum, dan kereta api, tapi dilakukan pembatasan.

Dalam satu mobil misalnya, maksimal mobil tiga orang atau empat orang.

Sementara untuk angkutan umum diisi maksimal 50 persen dari kapasitas. Sedangkan pengguna motor juga wajib mengenakan masker.

Terakhir, angkutan daring hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang.

Budi menambahkan, selama PSBB pihaknya akan terus melakukan penyekatan di beberapa wilayah. Intinya, kata dia, membatasi orang masuk ke Kota Tasikmalaya.

PSBB di Kota Tasikmalaya akan berlaku mulai Rabu 6 Mei 2020, mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). PSBB berlaku selama 14 hari, tapi bisa diperpanjang dengan berbagai pertimbangan.

“Kita berharap, kebijakan ini berdampak baik. Grafik Covid-19 kita juga mulai landai. Karena itu, kita harus semua mematuhi anjuran pemerintah,” kata dia.

(rezza/ age)

Loading...
loading...

9 KOMENTAR

  1. Saya setuju sama aturan pemerintah,jangan keluar rumah juga bisa kalau tidak ada yang penting banget,tapi ingat resiko dari mana,keluar rumah juga sudah susah apalagi di rumah,listrik saya siapa yang bayar,makanya dari sekarang datanya yang baleg atuh,jangan d lihat rumahnya,perhatikan usahanya,

  2. Pemkot kudu lebih jeli ka bawah.. cek terus2an bisi aya warga na anu teh gaduheun sembako. Da gening pembagian kamari gen siga nu asal asalan. Bade PSBB Nu seueur acis mah kamari ngagimbung di cihideung jeung hz mustofa

  3. Menetapkan aturan boleh. Tapi,apakah pemerintah sudah menjamin kebutuhan harian kita smua,.?
    Merka yg beruang hal ini tdk masalah,tp mreka yg mencari nafkah dgn penghasilan harian apakah pemerintah sudah menjamin nya ? Klu sudah menyangkut dgn isi perut dan kebutuhan Rmh tangga hal ini sangatlah berat.

  4. Jangan lupa menjamin kecukupan kebutuhan pokok masyarakat kecil yang berpenghasilan sehari-hari juga perhatikan karyawan yang terkena phk, buat aturan boleh tapi perhatikan juga dampaknya

  5. Pa punteni di kampung abdi di Citapen kidul, RW 04 emoangsari tawang kota tasik, natepan gen teu aya jarak. Bade natepan wajib tanapi jumatan sami pa rapat keneh. Padahal penduduk na padat pisan duh kumaha nya, jadi hariwang……

  6. Yang tidak dilarang itu logistik dan angkutan.barang tpi ttap akses di tutup ga bsa distribusi ke toko2 di hz mustofa…karunya atuh ka kurir …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.