Ini Alasan Beberapa Desa di Garut Tolak Terima BLT

340
0
H Rudy Gunawan Bupati Garut

GARUT KOTA – Bupati Garut H Rudy Gunawan menyebut beberapa desa di Kabupaten Garut menolak menerima bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat. Hal itu karena tidak semua masyarakat yang diajukan menerima bantuan.

“Kalau bantuan ini diterima dan dibagikan ke masyarakat, ini akan jadi konflik. Karena tidak semua yang diajukan kebagian,” ujar Rudy kepada wartawan di Pendopo Garut beberapa waktu lalu.

Baca juga : 1 Kampung di Cigedug Garut Bisa Diisolasi Mandiri, 1 Warganya Meninggal Positif Corona

Menurut dia, BLT yang diberikan pemerintah pusat untuk masyarakat sebesar Rp 600 ribu dan harus disalurkan kepada sebagian masyarakat. Sementara di tengah pandemi Covid-19, semua masyarakat butuh bantuan tersebut.

“Kalau keinginan desa itu jangan Rp 600 diberikannya, tetapi Rp 200 ribu per KK dan dibagi rata kepada semua masyarakat. Tetapi itu tidak bisa, karena melanggar aturan,” terangnya. Melihat kondisi ini, pihaknya akan mencari solusi memecahkan permasalahan tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengakui banyak desa yang menolak BLT karena kebingungan dalam membagikannya. Karena bantuan yang dijanjikan pemerintah pusat sebesar Rp 600 ribu hanya untuk 250 ribu kepala keluarga (KK).

Loading...

Sementara, berdasarkan hasil pendataan, warga yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Garut mencapai 450 ribu KK. Dan itu harus mendapatkan bantuan semuanya.

“Bantuan ini sebenarnya sampai saat ini belum turun dari pusat. Sementara desa terus mendata. Ini yang jadi polemik saat ini,” katanya. Meski kuota dari BLT tidak sesuai dengan jumlah yang ada, tetapi dirinya memastikan 450 ribu kepala keluarga itu akan terakomodasi dari berbagai program bantuan pemerintah.

Baca juga : Warung Tuak di Haurpanggung Garut Digerebek Polisi

Ia menuturkan pemerintah daerah, provinsi maupun pusat saat ini terus berupaya menanggulangi wabah penyebaran Covid-19, termasuk mengatasi kebutuhan warga kurang mampu selama wabah tersebut. “Jadi bantuan yang disiapkan pemerintah itu diberikan kepada warga yang terdampak langsung ekonominya,” katanya.

Ia mengungkapkan, data 450 ribu keluarga itu merupakan laporan dari desa yang akan mendapatkan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun bantuan lain dari provinsi dan kabupaten. “Warga yang tidak dapat bantuan dari PKH maupun BPNT akan diakomodir oleh bantuan lain,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.