Ini Alasan Dishub Kota Tasik Naikkan Tarif Parkir, yang Bikin Warga Protes

119
0
Loading...

KOTA TASIK – Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya, Hamzah Diningrat, akhirnya buka suara mengapa pihaknya memberikan kado istimewa di tahun baru 2020 berupa kenaikan tarif parkir.

Kata dia, selain karena sejak 2011 belum pernah naik, ada alasan lain yang mengharuskan pihaknya menaikkan tari parkir.

“Tiga tahun lalu rencana ini sudah dibahas karena alasannya penyesuaian dengan perkembangan. Tapi karena berbagai kesibukan di Pemkot, akhirnya saat itu tak terlaksana menaikkannya,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com yang ditemui di kantornya, Senin (6/1) siang.

Terang dia, sebetulnya kenaikan tarif parkir ini tak dilakukan di malam tahun baru Tetapi sudah jauh hari dibahas pihak Pemkot. Tiga tahun lalu sudah pernah dibahas dan disampaikan ke Pemkot.

“Karena memang sudah menjadi tuntutan di jalan dan dalam praktiknya sudah ada nominal angka,” terangnya.

“Lalu baru kemarin terkait parkir bahu jalan untuk dilakukan penyesuaian tarif. Karena memang di lapangan sudah banyak hal-hal yang berubah praktiknya di luar dari ketentuan kita. Maka kita ajukan penyesuaiannya dan Pemkot merespon positif hal ini,” sambungnya.

Salah satunya, beber dia, agar adanya pembenahan dan pengendalian lalu lintas. “Karena di Kota Tasik pertumbuhan pengguna kendara sangat tinggi dari tahun ke tahunnya. Akhirnya bisa dilihat kemacetan itu bisa terjadi hanya karena mobil itu memberhentikan penumpang. Lalu terjadi kemacetan mengurai panjang,” bebernya.

Loading...

Makanya, tambah dia, hal-hal itu yang menjadikan alasan pihaknya menaikan tarif parkir.

“Kalaupun secara persentasi kenaikan begitu besar, tapi itu sudsh disesuaikan dengan kemampuan taraf ekonomi masyarakat Kota Tasik. Jadi ini telah kami pikirkan secara matang dan masak,” tambahnya.

Disinggung bagaimana dengan adanya penolakan dari DPRD Kota Tasik soal kebijakan ini karena nominal tarifnya yang menyulitkan masyarakat, jelas dia, jika dengan target 2020 ini Rp 3,6 Miliar menggunakan regulias yang lama, PAD dari parkir tak akan tercapai.

Walaupun DPRD, khususnya Komisi II punya simulasi atau formula agar target tercapai tapi tarif tak naik.

“Regulasi sebelum dinaikkan itu adalah sejak 2011. Jadi bukan tanpa dasar juga. Jadi kalau hemat saya yang namanya nominal angka itu maksimal 3 tahun ditinjau lagi karena perkembangan ekonomi. Jadi tak berarti kami tak berkoordinasi dengan legislatif. Bahkan kita bareng study banding soal ini ke Solo,” jelasnya.

Tukas dia, hanya saja apa yang menjadi pertanyaan legislatif adalah soal mengapa regulasinya dibuat Peraturan Wali Kota (Perwal) dan tidak Peraturan Daerah (Perda).

“Mungkin ini karena tak terjangkau oleh kami. Karena kami di lapangan. Kami lebih berinteraksi dengan petugas parkir yang menginginkan juga perubahan regulisi tarif karen sudah lama dan harus dilakukan penyesuaian,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...