Ini Berita-Berita Hoaks Soal Corona yang Resahkan Warga Kota Tasik

1940
1

KOTA TASIK – Berita-berita hoaks soal corona yang meresahkan warga merebak sehari setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Tasik mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

KLB itu sendiri diputuskan Pemkot setelah mendapatkan kepastian bahwa 1 warga berjenis kelamin perempuan positif corona. KLB ini diumumkan Wali Kota Tasik, Budi Budiman.

Nah, hingga Kamis (26/03) malam berdasarkan informasi yang radartasikmalaya.com kumpulkan terdapat beberapa hoaks yang viral di berbagai media sosial.

Baca juga : Tak Ada Pelayanan Langsung, Wajib Pajak Bisa Lakukan Ini

Hal itu dibenarkan pula oleh Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkot Tasikmalaya, Ucu Anwar yang dihubungi radartasikmalaya.com melalui ponselnya.

“Ya memang benar ada beberapa hoaks soal informasi corona hari ini. Pertama soal orang yang tertunduk lesu di pinggir jalan dekat Lottemart di Kawalu,” katanya.

Terang dia, tim gugus telah membawa orang tua paruh baya itu ke RSUD.

Baca juga : Warga Tolak Unper Jadi Ruang Isolasi Corona, Pemkot Tasik Gunakan Rusunawa Unsil di Tamansari
Baca juga : Ratusan Buruh PT KAI Diusir Muspika Cibeureum Kota Tasik

Ucu pun menceritakan kejadiannya. “Pada saat kejadian, kami menerima laporan dari seseorang yang datang ke kantor,” terangnya.

“Lalu kita cek langsung lapangan ditemani pihak kepolisian dan TNI serta BPBD, yang merupakan tim Satgas. Dengan memakai APD kita periksa dia. Ternyata dia mengalami pening dan meminggirkan motornya, karena tak kuat lagi mengemudi motor,” sambungnya.

Lalu, beber Ucu, dia menundukan kepala serta diberi minum tim Satgas. Ternyata dia itu punya riwayat hipertensi.

“Dan ditanya ulang apakah ini kebiasaan sering terjadi, dia pun mengakuinya. Karena dia sering pening,” bebernya.

Tambah dia, untuk memastikan itu pihaknya menelepon si Cetar 119. “Lalu dia ke RSUD untuk ditest. Setelah itu kita balik kanan dan tak mengetahui kelanjutannya karena sudah di tim medis,” tambahnya.

Kedua, kata Ucu, hoaks soal pasien positif corona berjenis kelamin perempuan kabur naik motor dari ruang perawatannya di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tasik. “Yang kabur itu hoax juga,” katanya.

Ketiga, terkait informasi soal ada pasien meninggal di salah satu rumah sakit swasta karena corona, tukas Ucu, sebenarnya itu adalah Pasien dalam Pengawasan (PDP) berusia 60 tahun, non muslim.

“Yang jadi masalah bukan kematiannya. Tapi pada saat akan dikuburkan atau dikremasi di Krematorium, ada penolakan dari sebagian warga,” tukasnya.

Setelah diberi penjelasan Tim Gugus Tugas, akhirnya clear semua. Dan akhirnya dikremasi.

“Antisipasinya kita memberikan layanan kepada warga dengan tempat kremasi kita semprot disinfektan. Rumah sakitnya pun kita semprot dengan disinfektan,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.