Ini Foto Wajah Suami-Istri Pelaku Bom Surabaya

994
0
Loading...

SURABAYA – Setelah berhasil mengidentifikasi pelaku bom Surabaya, polisi langsung bergerak untuk mengusut tuntas peristiwa kelam di Kota Pahlawan itu.

Salah satunya, dengan mendatangi sebuah rumah di kawasan Wonorejo yang disebut-sebut sebagai kediaman keluarga teroris tersebut.

Polisi sendiri sudah berada di lokasi sejak Minggu (13/5/2018) pukul 15.00 WIB.

Di rumah dengan alamat Jalan Wonorejo Asri XI no 22, Surabaya Timur itu, polisi langsung melakukan pengeledahan.

Dari pantauan JawaPos.com (grup pojoksatu.id), sejumlah barang bukti dibawa polisi dari rumah berpagar besi hitam itu.

Loading...

Ketua RT 02/RW 03, Korihan membenarkan bahwa rumah tersebut adalah milik pribadi keluarga Dita Apriyanto.

Di rumah itu, katanya, Dita dan istrinya, Puji Kuswati serta empat anaknya, Fadil (18), Firman Halim (16), Fadila Sari (12) dan Pamela Rizkita (9) selama ini tinggal.

“Itu rumah sendiri, semuanya tinggal disitu sama empat anaknya,” kata Korihan.

Korihan menambahkan, keluarga pasangan Dita dan Puji itu sendiri sudah menetap di rumah tersebut sejak 2010 lalu.

Dalam keseharian, warga pun dama sekali tak melihat ada gelagat aneh yang ditampakkan pasangan tersebut.

“Gak tertutup. Biasa aja. Malah sering bergaul dengan warga,” bebernya.

Selain rutin beribadah berjamaah di Masjid, lanjutnya, Dita juga aktif dalam setiap kegiatan warga.

“Setiap terdengar azan pasti datang berjamaah bersama anak-anaknya,” kata dia.

Untuk diketahui, terduga pelaku bom Surabaya itu adalah satu keluarga yang merupakan anggota JAD dan JAT.

Yakni pasangan suami-istri, Dita Apriyanto dan Puji Kuswati, serta empat anaknya, Fadil (18), Firman Halim (16), Fadilah Sari (12) dan Pamela Rizkita (9).

Untuk Fadil dan Firman Halim, kata Kapolri, melakukan bom bunuh diri di Gereja Jalan Ngagel Madya itu meledak pada pukul 06.30 WIB dan menjadi aksi pertama.

Sedangkan Puji Puswati bersama dua putrinya, melakukan bom bunuh diri di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.15 WIB.

Sementara Dita Apriyanto, melakukan penyerangan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna pad pukul 07.53 WIB.

“Dita men-drop istri dan dua anak perempuannya di DKI Diponegoro,” terang Kapolri Jendral Tito Karnavian di Mapolda Jawa TImur.

Tito menambahkan, saat ini polisi masih melakukan pendalaman. Termasuk, memastikan jenis bahan peledak.

“Mereka (pelaku) menggunakan modus atau cara pengeboman yang berbeda. Jenis bahan peledaknya masih kami teliti bersama tim forensik,” kata Tito.

(ruh/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.