Ini Hasil Investigasi KPAID Tasik, Soal Bocah SD di Pamijahan yang Diduga Dibully

558
2

TASIK – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, mengungkap hasil investigasinya atas apa yang dialami Na (11), siswi kelas V MIN 2 Pamijahan Kecamatan Banjar Kalong Kabupaten Tasikmalaya, yang diduga stres berat akibat korban bully.

Ketua KPAID, Ato Rinanto mengatakan, hasil investigasi pihaknya Rabu (29/1) siang ke MIN 2 Pamijahan tak terbukti bahwa Na mendapat bully atau perundungan hingga mengalami stres berat di sekolahnya.

Baca juga : Diduga Kerap Dibuli, Siswi Kelas V SD di Pamijahan Tasik Stres Berat

“Jadi di pihak sekolah tak ditemukan adanya bully. Itu tidak ada,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (29/1) malam melalui sambungan telepon selularnya.

Terang dia, pihak sekolah terbuka untuk membantu pemulihan Na. “Pihak sekolah juga mempersilahkan KPAID untuk memberikan sosialisasi kepada stakeholder keluarga besar yang ada di MIN Pamijahan. Lalu kami lakukan berbagai dialog-dialog,” terangnya.

Baca juga : Tak Ada Bully di MIN 2 Pamijahan Tasik, Na Sakit Sejak Libur Semester

“Kita sampaikan juga soal Undang-Undang perlindungan anak yang kita gambarkan bagaimana melakukan penanganan-penanganan anak yang kadang terjadi hari ini di luar dari logika kita,” sambungnya.

Sedangkan informasi terkini kondisi Na sendiri, rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Namun yang jadi persoalan adalah pembiayaan dan sebagainya. Mudah-mudahan dari stakeholder terkait atau siapapun yang perduli bisa membantunya,” tambahnya.

Jelas dia, perhatian dari pihak sekolah sendiri setelah diinvestigasi, selain murid atau teman sekelasnya, para guru juga sudah menjenguk Na.

“Sehingga kita bersepakat di pertemuan itu bagaimana caranya agar memulihkan kembali kondisi anak tersebut agar bisa sekolah lagi seperti biasa,” jelasnya.

Investigasi yang dikemas dalam pertemuan tatap muka serta dialog ini, jelas Ato, melibatkan komite, para guru, tokoh masyarakat, dan aparat kepolisian setempat serta pemerintah desa.

(rezza rizaldi)

loading...

2 KOMENTAR

  1. Maaf ijin berkomentar ,, kalo tidak ada bully terus akibat apa adik saya bisa jadi stress berat, kan tidak mungkin, karna ada asap pasti ada api,

  2. Saya ikut prihatin atas kejadian yg menimpa saudara, semoga dapat menjadikan pelajaran utk kita semua. Perundungan merupakan tindakan yg sangat mempengaruhi psikis korban. Mari kita sama2 menghindari tindakan perundungan awal dari hal terkecil dr rumah dgn tdk mengolok,mengejek, membandingan anak yg satu dgn yg anak yg lain dirumah, dgn begitu anak tdk terbiasa mengolok teman2 di sekolah maupun di lingkungan. Semoga tanggapan ini menjadi hal yg baik. Mari hentikan perundungan sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.