Ini Jenis-jenis Narkoba yang Dimusnahkan Kejari Kota Tasik

65
0
radartasikmalaya
Pemusnahan barang bukti di halaman kantor Kejari Kota Tasik, Selasa (08/12) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya memusnahkan berbagai barang bukti Narkoba, selama semester akhir di 2020, di halaman kantornya, Selasa (08/12) siang.

Barang bukti yang dimusnahkan kali ini adalah narkotika jenis ganja dari 1 perkara seberat 0,4890 gram.

Kemudian, narkotika jenis sabu dengan jumlah 7 perkara sebanyaj 65,51718 gram.

Sedangkan dalam kasus psikotropika, barang bukti yang dimusnahkan dari 1 kasus yaitu 61 butir.

Kemudian obat tradisional dengan jumlah perkara 1 perkara berupa barang bukti 800 box tawon liar botol kecil, 1600 box tawon liar sachet, 22 box kopi jrenk, 937 box Asamulin, 135 Box Xian Ling, 211 box montalin, 72 box Urat madu, 134 box wang tong kapsul, 90 bungkus wang tong serbuk, 78 sachet Okura, 4 box Spider, 10 box lasmi dan 150 box godong ijo.

Sedangkan obat lainnya dengan jumlah 2 perkara barang buktinya 1089 butir.

Senjata tajam dengan jumlah perkara 4 perkara barang bukti 5 buah.

Sedangkan barang bukti lain hape berbagai merek dengan jumlah perkara 5 perkara, jumlah barang bukti 5 buah. Serta barang bukti bong dan lainnya 31 perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tasik, Fajarudin mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut dari puluhan perkara yang telah inchrah Persidangan Pengadilan pada semester II tahun 2020.

“Ini bentuk sinergitas teman Kepolisian dan BNN dalam rangka membasmi penyalahgunaan narkoba dan obat tradisional terlarang. Barang bukti dari beberapa kasus. Ditemukan masih ada yang menyalahgunakan obat-obatan yang tak memiliki izin standar kelayakan,” katanya kepada radartasikmalaya.com.

Fajarudin menerangkan, pada tahun ini berbagai kasus masih didominasi oleh kasus narkoba dan obat-obatan terlarang.

Semua barang bukti yang dimusnahkan ini mulai dari hasil menerima, mencatat sampai ke pemusnahan barang bukti selama semester II tahun 2020.

“Kalau pemusnahan sekarang paling banyak adalah barang bukti obat-obatan terlarang tanpa izin,” terangnya.

Pemusnahan ini pun diharapkan akan memberikan peringatan bagi para penjual yang masih nekat mengedarkan obat kuat terlarang.

Soalnya, jika barang bukti sudah dimusnahkan seperti berarti perkaranya sudah selesai dan para pelakunya sedang menjalani hukuman sesuai hasil di persidangan.

“Ini warning juga buat para pelaku lainnya. Meski masih masa pandemi sekarang ini, kita tetap lakukan pemusnahan sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.