Ini Pengabdian FKIP Unsil di Sariwangi Tasikmalaya

68
0
KREATIF. Tim Pengabdian Jurusan Pendidikan Jasmani, Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan Unsil menggelar pengabdian bagi masyarakat untuk menumbuhkan kreativitas warga di Kecamatan Sariwangi, Sabtu (24/10). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SARIWANGI – Tim Pengabdian Jurusan Pendidikan Jasmani, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Siliwangi menyelenggarakan Pengabdian Bagi Masyarakat skema Ketahanan Pangan (PBM KP) di Lembaga Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awwaliyah Nurul Anwar, Desa Jayaratu, Sariwangi, Sabtu (24/10).

Kegiatan ini mengusung tema Peningkatan Peran Aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui Optimalisasi lahan pekarangan untuk meningkatkan ketahanan pangan pada era new normal.

Ketua Tim PBM KP Deni Setiawan mengatakan, dalam kesempatan itu menyampaikan terkait peranan kelompok wanita tani (KWT) dalam era normal dengan pemanfaatan lahan pekarangan yang nantinya bisa dijadikan sesuai dengan tujuan ketahanan pangan.

Baca juga : Keluarga Pasien dan Pegawai RSUD Kota Tasik Panik Berhamburan saat Gempa 5,9 SR

“Tema ini diambil karena mengingat dengan adanya kejadian yang sekarang pandemi Covid-19 sekarang ini, serta ada masukan-masukan dari masyarakat dan kendala-kendala yang ada di masyarakat mengenai pangan itu sendiri yang otomatis ada pengaruh terhadap bidang perekonomian,” ujarnya kepada Radar.

Kata dia, dengan banyaknya pembatasan kerja dan sebagainya, maka dari itu disiasati dengan mencoba memanfaatkan lahan yang ada yakni pekarangan-pekarangan rumah. Karena lahan kecil itu sering dipandang sebelah mata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pada awalnya, kata dia, masyarakat itu sendiri mengenal pemanfaatan masih terfokus ke lahan pertanian yang cukup besar.

Pihaknya mencoba memberikan penjelasan-penjelasan yang pada intinya masih banyak masyarakat yang tidak memiliki lahan yang cukup luas, seperti lahan pertanian. Sehingga mencoba untuk mengarahkan ke pekarangan rumah.

“Meskipun tidak cukup luas pekarangan rumahnya, namun bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman seperti sayur-sayuran. Kita juga bekerja sama dengan balai penyuluh pertanian, konsultasi dengan mereka harus seperti apa pelaksanaannya, cara pemanfaatan itu sendiri seperti apa dan alhamdulillah antusias masyarakat cukup bagus kemudian respon ke kita positif juga,” ungkapnya.

Deni menyebutkan, pada intinya untuk pemanfaatan pekarangan rumah dari segi pembibitan sebetulnya tidak memerlukan pembiayaan yang begitu besar.

Pasalnya, itu sebetulnya bisa membuat bibit-bibit sendiri, namun dikarenakan keterbatasan secara keilmuan masyarakat.

“Maka dari itu pihaknya di sini membuka bagaimana caranya membuat bibit yang instan atau media penanamannya seperti apa,” ujarnya, menjelaskan.

Lanjut dia, untuk di masyarakat itu sendiri, kalau masalah pekarangan rumah itu biasanya dititikberatkan ke sayuran dan juga buah-buahan.

Namun yang terjangkau seperti sayuran yang dikonsumsi oleh masyarakat, banyak berupa pakcoy, salad, kangkung dan termasuk juga tomat cabai rawit, bawang daun bisa dimanfaatkan.

Sebetulnya, kata dia, untuk masalah modal itu tidak terlalu besar. Apalagi kalau memanfaatkan pekarangan-pekarangan yang seperti di pedesaan itu sudah tersedia.

Baca juga : Ajengan Cikalong Tasikmalaya Doakan Azies

Pihaknya telah melakukan survei ke kelompok wanita tani di lingkungan desa tersebut.

“Untuk pupuk, seperti pupuk kandang, pupuk kompos itu bisa dibuatkan tanpa mengeluarkan biaya besar dan harus membeli. Melainkan masyarakat mengolah sampah menjadi pupuk, dengan memanfaatkan lahan sempit,” katanya.

Dengan demikian, pihaknya mencoba untuk membawa bibit-bibit yang sudah jadi.

Kebetulan sebagian sudah ada, mulai dari pemanfaatan, target dari kegiatan, sudah koordinasi dengan kelompok wanita tani. Jadi targetnya sesuai dengan ketahanan pangan yang nantinya apabila pekarangan sudah termanfaatkan, tujuan akhirnya peningkatan perekonomian.

“Dalam artian, apabila pekarangan itu sudah termanfaatkan, maka di situ akan timbul pemasarannya,” ujarnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.