Ini Pengakuan 2 Pasien Positif Covid-19 Warga Kota Tasik yang Sembuh

2718
0
Andi sulanjani & Hj Neni Hernani

Meski Corona Virus Desease (Covid-19) merupakan virus mematikan, tetapi tidak sedikit pasien yang sudah dinyatakan positif terinfeksi kini sembuh secara total. Namun untuk bisa sembuh dari penyakit tersebut, perlu penanganan serius dan kesabaran dalam menjalani perawatan yang bisa menghabiskan waktu lebih dari dua pekan itu.

Seperti yang dialami salah seorang pasien Hj Neni Hernani (65), warga Kota Tasikmalaya yang dinyatakan sembuh setelah positif Covid-19, rasa syukur pun tak henti diungkapkannya. Setelah sebelumnya menjalani isolasi dan perawatan lebih dari dua minggu dan dinyatakan sembuh. Hal itu terbukti setelah melalui hasil test PCR terakhir terkonfirmasi negatif Covid-19.

Baca juga : FPI Kota Tasik Bantu Cegah Penyebaran Corona di 10 Kecamatan

Hj Neni menceritakan awalnya sempat putus asa dan kehilangan rasa percaya diri, mengingat usianya yang masuk kategori lansia. Sistem imun tubuh pun sudah tak lagi berjalan seperti anak muda. Tetapi dengan doa dan support semua pihak, akhirnya bisa menjalani perawatan berbuah kesembuhan.

“Saya khawatir, karena saya lansia 65 tahun.

Mengingat virus ini menyerang sistem imun yang sudah menurun,” kata dia saat menghadiri konferensi pers di Aula Bale Karsa Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK), Kamis (16/4).

Loading...

Peran pemerintah atas kesembuhannya, kata dia, dalam hal ini Dinas Kesehatan dinilai penting. Sebab, secara intens terus memberikan kabar terhadap keluarganya di rumah. Mengingat, anak-anaknya panik ketika seorang ibu tua dihadapkan dengan virus yang sampai saat ini belum ada obatnya. “Pak Kadis Kesehatan (dr Uus Supangat) sangat responsif dan tanggap. Ketika saya dinyatakan positif, langsung mencatat kurang lebih 20 orang yang pernah kontak erat dengan saya di rapid test semua. Alhamdulillah keluarga dan kerabat saya negatif,” kata dia.

Dirinya bersyukur ketika dirawat dan ditangani serius. Jajaran Direksi RSJK terus memberi support supaya terus optimis sembuh. Bahkan, kinerja perawat yang menangani begitu terasa perannya. Sampai ada yang shift malam hari tanpa tidur. “Saya tidak akan lupa (kinerja perawat, Red), dia menunggu di pintu isolasi sambil terus memperhatikan saya. Satu jam sekali memeriksa dan meyakinkan kalau saya akan sembuh. Disitu harapan saya muncul, ketika tenaga medis begitu optimis dan cekatan, munculah harapan hidup saya kembali,” papar NN.

“Kenapa mereka semangat, saya sendiri tidak. Disitu saya bangkit. Meskipun awalnya sakit sekali, kecewa dan stress. Beruntung tenaga medis yang menangani saya terus memberi motivasi,” sambung dia.

Mulanya Hj Neni tidak menyadari, flu dan batuk yang dialaminya merupakan gejala Covid-19. Sepulang dari Yogyakarta mengikuti pelatihan, dia melanjutkan kunjungan ke Bandung. Di sana, ia mulai merasakan sejumlah gejala. Namun, ia menganggap hanya kelelahan akibat perjalanan dari luar kota. “Hari keempat dari luar kota, saya sempat berkunjung ke Dadaha, CFD, kemudian dada saya sesak dan langsung memeriksakan ke RSJK,” ceritanya.

Hasil rontgen tidak terlihat ada gejala apapun. Malah, cenderung kondisi tubuhnya baik. Namun, sepulang dicek, mulai terasa sesak dan mual serta sekujur tubuh merasa sakit. “Saya kembali ke rumah sakit untuk di USG. Kemudian didiagnosa oleh dr Rahma saat itu, untuk dilakukan isolasi,” kata Hj Neni memaparkan.

Awal mengetahui dirinya mengidap Covid-19, kata Hj Neni, dirinya merasa stress berat. Tetapi tetap ikhlas dan menjalani isolasi sambil terus berdoa. “Seingat saya 7 hari mengalami masa krisis. Sesak, panas, sakit uluh hati. Disitu sedikit rasa putus asa. Namun akhirnya berangsur baik setelah 10 hari lepas infus, kateter dan oksigen,” cerita NN.

Pasien sembuh lainnya, Andi Sulanjani (30), mengaku bahagia ketika mendapatkan informasi dinyatakan sembuh. Hal itu tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak, yang berupaya menyembuhkan penyakitnya. “Saya yang diisolasi selama dua sampai tiga minggu, Alhamdulillah mendapat pelayanan expert (handal) dari RSJK. Saya berterimakasih jajaran medis yang menangani,” ucapnya.

Meski secara umum wabah Covid-19 masih mengitari masyarakat, ia bersyukur dapat sembuh. Sebab sejak dinyatakan positif, ia mengalami beban psikologis. Rasa sakit yang dialaminya semakin menyakitkan dengan kenyataan dirinya harus diisolasi sampai menunjukkan perbaikan. “Di situ saya pasrah dan berdoa. Semua sudah ada yang mengatur, berserah saja,” kata dia.

Namun, di tengah proses isolasi, ia terus menunjukkan progres baik. Dengan tetap menjauh dari keluarga merupakan hal yang paling berat. Dia memaklumi risiko apabila harus berkontak dengan keluarga, ketika dia dihadapkan penyakit tersebut. “Maka saya sampaikan, masyarakat mohon ikuti aturan. Semoga tidak bertambah lagi di Kota Tasikmalaya,” harap dia.

Direktur RSJK dr Hj Maryami Arifin MKes bersyukur atas adanya kabar baik, bahwa dua orang pasien sembuh dari Covid-19, hasil uji laboratorium dinyatakan negatif. Keduanya bisa langsung pulang ke rumah masing-masing. “Diharapkan kabar baik kesembuhan ini bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat,” harapnya.

Pentingnya optimisme dibangun di tengah masyarakat, kata Hj Maryami, supaya tidak mengalami kepanikan. Di samping terus berupaya menjaga diri dan keluarga, sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. “Kami bersama seluruh tim medis RSJK terus berupaya maksimal memerangi penyakit ini. Alhamdulillah, kita mampu dan pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif bisa sembuh dan kembali ke rumahnya masing-masing,” tambah Maryami.

Salah satu tim dokter yang menangani pasien di RSJK, dr Dendi Djuanda Sp PD mengatakan selama hampir dua pekan pihaknya menangani pasien dengan menerapkan protokol kesehatan, dan pengawalan dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Kesabaran dari pasien pun merupakan hal penting, dalam memudahkan tim medis melaksanakan perawatan. “Hasilnya dinyatakan negatif Insyaallah tidak ada lagi penularan. Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap kondisi saat ini,” kata Dendi.

Baca juga : Kisah dari Posko Perbatasan Pencegahan & Pengendalian Covid-19 Kota Tasik

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat merasa bahagia dan mengapresiasi. Atas kinerja maksimum yang dilaksanakan dokter spesialis di RSJK serta tim medis lainnya. Sebab, mereka berisiko besar saat melaksanakan penanganan. “Alhamdulillah dengan protokol kesehatan yang dijalankan dapat berjalan baik. Deteksi dini, tracking, RDT, diagnosa cepat, terapi tepat,” ucapnya.

Dia meminta masyarakat tidak lagi melakukan penolakan. Sebab, seluruh penanganan medis baik pasien positif yang sembuh, termasuk jenazah yang dilakukan pemulasaraan. Merujuk standar kesehatan yang tidak akan mencemari atau menularkan terhadap lingkungan sekitar. “Pagi ini alhamdulillah dua saudara kita sembuh. Namun, tetap hati-hati karakter virus belum bisa kita ketahui dengan pasti, hanya jangan terlalu panik dan jangan juga menggampangkan,” pinta Uus. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.