Ini Perhatian Bagi Warga Kota Tasik yang Bandel, Satpol Siap Bubarkan Kerumunan Massa

2729
1
PELAYANAN. Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya H Budy Rachman menunjukkan nomor layanan call Center yang bisa dihubungi warga ketika ada kerumunan. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

Masih adanya kerumunan-kerumunan warga di menjadi kendala penanganan wabah Covid-19, Satpol PP siap mengakomodir laporan dari masyarakat melalui layanan call center.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar H Budy Rachman mengaku banyak mendapatkan laporan terkait adanya kerumunan-kerumunan warga. Hal ini tentunya menghambat penanganan wabah Covid-19.

Baca juga : Siswa Kota Tasik Belajar di Rumah Hingga 16 Mei

“Malam minggu kita bubarkan acara mancing di Cibeureum, ada juga kerumunan warga di warung kopi,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (22/4).

Maka dari itu, pihaknya berinisiatif membuka layanan call center dengan nomor 0852-8407-1511. Setelah mendapatkan laporan, petugas Pol PP akan turun untuk membubarkan kerumunan warga yang dikhawatirkan mengakibatkan penyebaran virus.

“Untuk identitas pelapor kita jamin kerahasiaannya,” tuturnya.

Sejauh ini, pihaknya kerap mendapat laporan dari warga terkait adanya kerumunan. Namun hal itu hanya terbatas untuk warga yang mempunyai kontak dengan petugas. “Dengan dibukanya layanan call center, siapa pun bisa melapor dan kami akan turunkan petugas,” ujarnya.

Untuk merespons setiap laporan masyarakat, selama 24 jam penuh, Pol PP sudah memiliki tiga peleton. Mereka dibagi tiga sift. Jika perlu, personel cadangan pun bisa diturunkan ketika kondisi darurat. “Misalkan kondisi urgen, personel yang sedang di rumahnya pun bisa kita panggil,” katanya.

Dalam teknis pembubaran, tentunya petugas tidak semata-mata langsung melakukan tindakan represif. Pendekatan secara santun tetap dikedepankan dengan memberikan pemahaman kepada warga. “Alhamdulillah sejauh ini warga bisa paham dan bubar dengan tertib,” jelasnya.

Baca juga : Pengakuan Warga Ciamis dan Tasik yang Tak Bisa Mudik, Antara Rindu & Takut..

Disinggung indikator kerumunan yang perlu dibubarkan, diakuinya memang belum ada batasan tertentu. Selama belum ada standar khusus, menurutnya, warga pun bisa menilai mana yang perlu dibubarkan dan mana yang tidak. “Kita pun sedang meminta standar batasan kerumunan kepada Gugus Tugas,” katanya.

Layanan call center, kata Budi, bukan hanya difokuskan untuk penanganan wabah Covid-19. Namun segala bentuk gangguan Ketertiban umum. “Misalkan ada orang gila ngamuk, peredaran miras silahkan laporkan kepada kami,” kata dia. (rga)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. D rumah aja enak yg banyak uang bagi kelluwarga saya tersiksa karna g bisa kerja mau makan dari mana kelluwaarga saya kalau g kerja saya keluwarga perantau semenjak covid dan jona merah d Bandung saya sama keluwarga saya makan dari orang tua bantuan pun tak datang2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.