Ini Perkara Yang Menjerat Ketua Paguyuban Kandangwesi Garut

39
0
DIGIRING. Ketua Paguyuban Kandangwesi Tunggul Rahayu, Sut, digiring ke mobil tahanan usai dilimpahkan dari Polres Garut, kemarin. Yana Taryana / Rakyat Garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut melimpahkan berkas perkara dugaan penipuan dan penggunaan gelar akademik palsu yang dilakukan Ketua Paguyuban Kandangwesi Tunggul Rahayu, Sut alias Prof Dr Ir Cakraningrat SH, MH ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Kamis (14/1).

Kepala Kejari Garut Sugeng Hariadi mengatakan berkas perkara sudah dilimpahkan penyidik Polres Garut kepada Kejari Garut. Saat ini jaksa penuntut umum (JPU) masih mempelajari berkas perkara yang dilimpahkan.

“Pelimpahan tahap dua kasus dengan tersangka berinisial S ini sudah diterima dan tersangkanya juga sudah kami tahan di Rutan,” ujar Sugeng kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Baca juga : Soal Pelanggar Prokes, Ini Kata Kapolres Garut

Menurut dia, berdasarkan berkas yang dilimpahkan penyidik Polres Garut, Sut alias Cakraningrat dijerat pasal pemalsuan gelar akademik dan penipuan. Sementara dugaan pelecehan terhadap lambang negara tidak muncul.

loading...

“Pasal yang digunakan memakai Undang-Undang Perguruan Tinggi dan pasal penipuan,” ujarnya.

Untuk pemalsuan akademik, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perguruan Tinggi dengan ancaman hukumannya maksimal 10 tahun dan pasal 378 KUHPidana tentang penipuan ancaman hukuman maksimal 4 tahun.

Terkait dugaan riwayat gangguan jiwa yang dimiliki tersangka, hingga kini pihaknya masih memproses dan akan menyampaikannya dalam persidangan nanti.

“Kami akan sampaikan ke majelis hakim terkait dugaan itu (gangguan jiwa),” terangnya.

Sony Sonjaya, pengacara Sut mengatakan kesiapannya mendampingi tersangka hingga proses persidangan di pengadilan. “Kita akan terus bela hak klien kami untuk membuktikan hukum secara formil,” katanya.

Tidak hanya itu, Sony tengah mengupayakan penangguhan penahanan terhadap kliennya dengan sejumlah penjamin dari pihak keluarga. “Kita akan mencoba (pengajuan penangguhan) mungkin (jaminan) keluarga, aset,” kata dia.

Seperti diketahui, Sut, Ketua Paguyuban Kandang Wesi Tunggul Rahayu sempat membuat heboh masyarakat Indonesia. Ia diduga telah melakukan pelecehan terhadap lambang negara Garuda Pancasila.

Posisi kepala burung garuda yang sebelumnya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang garuda) sebagaimana yang berlaku saat ini, berubah menjadi lurus menghadap ke depan. Kemudian komposisi bagian tengah burung yang sebelumnya berisi padi-kapas, kepala banteng, pohon beringin, rantai dan bintang, menjadi bulatan berisi peta dunia dan tulisan ‘GARUDA BOLA DUNIA’. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.