Ini Petugas Sterilisasi Area di Kota Tasik yang Jadi Garda Terdepan Pengendalian Covid-19

616
0

KOTA TASIK – Pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya hingga Rabu (04/11) sore masih tetap muncul.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun dari Diskominfo, total kasus positif hingga kini mencapai 436 orang.

Dari total 436 kasus itu hari ini terjadi penambahan 2 kasus positif, 0 sembuh dan 0 meninggal dunia. Dengan kasus aktif 108 orang.

Walaupun masih tinggi angka pasien positif Covid yang aktif, namun langkah antisipasi penyebaran terus dilakukan tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Bahkan, tak hanya melakukan langkah antisipasi penerapan protokol kesehatan (Prokes), para tenaga medis (Nakes) pun terus bersiaga menangani para pasien positif.

Termasuk para petugas sterilisasi pun demikian. Khususnya petugas sterilisasi di RSUD dr Soekardjo pun seperti tak mengenal kata lelah melakukan tugas.

Apalagi selama sehari, Senin kemarin (02/11) ruangan IGD dan Dahlia sempat ditutup sementara karena salah seorang nakes terkonfirmasi positif Covid.

Nah, petugas sterilisasi ini bekerja ekstra melakukan penyemprotan disinfektan.

Bahkan, sebelum kejadian kemarin, mereka pun kerap turun melakukan sterilisasi ketika ada pasien positif Covid meninggal dunia (pemulasaraan) dan lain sebagainya.

Tentunya, tugas mereka ini tak bisa dipandang sebelah mata dan layak disamakan seperti Nakes lainnya.

Karena, mereka jadi garda terdepan dalam penanganan serta pengendalian Covid-19 di Kota Tasik.

“Kami melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan ke semua sudut ruangan IGD, Dahlia, ruangan dokter dan lainnya,” ujar Koordinator Tim Sterilisasi Covid-19 RSUD dr Soekardjo, Ajat Sudrajat kepada radartasikmalaya.com, Rabu (04/11) sore.

Terang dia, penyemprotan disinfektan saat penutupan ruang IGD dan Dahlia kemarin dalam sehari langsung dituntaskan.

Karena pihaknya dituntut harus benar-benar membunuh semua bakteri di kedua ruangan itu.

Tujuannya agar dapat segera dibuka kembali untuk kepentingan melayani masyarakat umum.

Alhasil, kedua ruangan itu pun hanya ditutup sehari. Sebab, Rabu (03/11) malam pukul 21.00 WIB sudah kembali dibuka.

“Selain sterilisasi kedua ruangan kemarin, tim kami juga sering diterjunkan dalam pelaksaan pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid-19 yang meninggal dunia,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.