Ini Tarif Angkut Jenazah Hingga Pemakaman di Kota Tasik

157
0
PEMAKAMAN. Sejumlah remaja melintas di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cinehel, Minggu (18/10).
PEMAKAMAN. Sejumlah remaja melintas di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cinehel, Minggu (18/10).

CIPEDES – Sebagian warga masih belum sadar untuk membayar retribusi pemakaman, ketika ada keluarganya yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Jika saja semua tertib, Pendapatan Asli Daerah (PAD) makam bisa didongkrak lagi.

Berdasarkan Perwalkot Nomor 39 Tahun 2019, disebutkan beberapa tarif retribusi. Dari mulai pengangkutan mayat (Rp 150.000-Rp 200.000), pembongkaran makam (Rp 200,000), penguburan (Rp 200.000).

Di luar itu, ada retribusi yang harus dibayar secara rutin setiap tahunnya. Yaitu biaya untuk sewa tanah makam (Rp 15.000) dan pemeliharaan kebersihan (Rp 30.000).

Kepala Bidang Pertamanan dan Makam Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim), Heru Susanto mengakui sebagian ahli waris sulit dideteksi. Sehingga pihaknya pun kesulitan melakukan penagihan.

“Yang bayar kan ahli waris, kadang kita enggak tahu di mana juga,” ujarnya kepada Radar, Minggu (18/10).

Baca juga : 2 Minimarket di Kota Banjar Disatroni Rampok Bercelurit, Terekam CCTV

Namun sebagian besar, kata Heru, ketertiban membayar retribusi pemakaman tergolong baik. Maka dari itu, retribusi di bidang pemakaman selalu memenuhi target. “Kalau target alhamdulillah bisa kita capai,” katanya.

Tahun ini, target retribusi untuk pemakaman dipatok sejumlah Rp 158 juta. Tetapi karena kondisi Covid-19, ada pengurangan di APBD perubahan karena kondisi ekonomi warga yang tidak stabil.

“Kalau warganya sudah pada tertib, tentu potensinya bisa didongkrak lagi,” ujarnya.

Ada pun makam-makam yang retribusinya tidak dibayar, pihaknya tetap melakukan pemeliharaan. Karena untuk kondisi tertentu keluarga almarhum yang diwajibkan untuk membayar. “Seperti jenazah pasien Covid-19, tidak dipungut retribusi,” terangnya.

Ada tiga lokasi pemakaman umum di Kota Tasikmalaya, TPU Cieuntung, TPU Cinehel dan TPU Aisha Rasyida. Untuk ketersediaan lahan, pihaknya memastikan masih aman. “Yang penuh hanya di Cieunteung saja,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.