Ini yang Membuat Tokoh Ulama 212 Penuhi Undangan Jokowi Datang ke Istana Bogor

604
0
Pertemuan Presiden Jokowi dengan tokoh ulama 212 di Istana Bogor, Minggu (22/4/2018)/Foto: Istimewa.
Loading...

JAKARTA – Apa sebenarnya yang membuat Tokoh Ulama 212 memenuhi undangan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Minggu (22/4/2018) lalu?

Sebelum mengiyakan permintaan Presiden Jokowi pihak Ulama 212 sempat mengontak Habib Rizieq yang berada di tanah suci Mekkah.

“Para Ulama dan Tokoh 212 pun mengontak Habib Rizieq di Mekkah dan meminta izin untuk memenuhi undangan tersebut,” demikian dikutip dari akun Twitter resmi DPP LPI, Rabu (25/4/2018).

Menurut dari pihak Ulama 212, Habib Rizieq meminta untuk memenuhi undangan dari Presiden Jokowi itu asalkan digunakan untuk menyampaikan sejumlah saran dan kritik kepada pemerintah.

“Menurut salah satu peserta pertemuan, Habib Rizieq sesuai karakternya yang tidak anti Dialog pun merestui dengan syarat “Tagih Janji Presiden” untuk “Stop Kriminalisasi Ulama dan Aktivis 212″ serta sampaikan aspirasi umat Islam secara terus terang,” bebernya.

Loading...

Apa saja yang terungkap dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 12.10 sampai dengan 14.30 WIB, di Masjid Istana Bogor, kemudian berlanjut di ruang kerja Presiden, dan diakhiri dengan makan siang bersama itu?

“Dari hasil pertemuan terkesan bahwa Itikad baik Presiden Jokowi tidak terimplementasikan dengan baik di jajaran bawah yg berwenang,” ungkapnya.

“Entah karena komunikasi yang tersumbat antara Istana dan jajaran bawah yang berwenang atau memang jajaran bawahnya yang tidak bisa menterjemahkan keinginan baik tersebut atau memang ada agenda lain.”

Selain itu persoalan kriminalisasi terhadap tokoh ulama dan aktivis 212 juga menjadi sorotan dalam pertemuan itu.

Jokowi diminta menghentikan proses kriminalisasi terhadap aktivis dan ulama. Meski sudah sejak lama melalui Menkopolhukam, Presiden memerintahkan untuk melakukan dialog dengan tokoh 212, namun tampak tidak terealisasi.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Umum Parmusi KH. Usamah Hisyam, Ketua Umum GNPF Ulama KH. Yusuf Martak, Ketua Umum PA 212 Ustad Slamet Maarif, Dewan Syuro Adz-Dzikro KH. Rouhdul Bahar, Sekjen FUI KH. Muhammad Al-Khaththath, dan Ketua Umum FPI KH. Ahmad Sobri Lubis.

Sementara itu Jokowi sendiri mengungkapkan pertemuan memang dilakukan untuk menjalin silaturahim dengan semua ulama dari berbagai kalangan seperti yang selama ini sudah dilakukan.

“Kan hampir setiap hari, setiap minggu. Untuk apa? Semangatnya adalah menjalin tali silaturahmi dengan para ulama, para habaib, para kiai, ustaz dari seluruh provinsi yang ada di tanah air,” kata Jokowi.

(sta/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.