Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.8%

19.6%

8.1%

68.6%

Iniii.. Dodol Niknok Khas Pagerageung Kabupaten Tasik

309
0

TASIK – Bagi tamu yang datang ke Pagerageung Kabupaten Tasik, kurang lengkap jika tidak mencicipi dodol yang satu ini.

Dodol ini terbuat dari tepung beras, santan dan gula aren dibungkus dengan kararas (daun pisang kering).

Dodol Niknok namanya. Ya, merupakan makanan khas dari Desa Pagerageung Kecamatan Pagerageung ini memiliki tekstur empuk, lembek, lembut, manis, dan memanjang dengan kemasan yang unik. Yaitu dibungkus dengan kararas.

Iceu, pengelola Dodol Niknok di Pagerageung Wetan RT/RW 03/10 Desa/Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, usaha dodol Niknok ini warisan dari orang tuanya.

“Dulu awalnya diberi nama Niknok itu, Ibu saya bernama Enok dan Kakaknya bernama Enik. Jadi diambil dari dua nama itu, yang memang penggagas pertama pembuat dodol ini,” ujarnya kepada Radar, Senin (22/6).

Dalam sehari, minimal membuat dodol sebanyak 25 kg dijadikan 50 kemasan per setengah kg nya dan ukurannya kurang lebih 10 cm. Harganya, Rp38 ribu per-Kg.

Terkadang ketika ramai, dalam sehari produksinya bisa sampai 75 Kg. Terlebih ketika ada yang mau hajatan, pesanan banyak produksi pun meningkat.

Tapi meskipun tidak ada pesanan, dalam sehari rata-rata membuat 25 Kg dodol Niknok.

“Setiap harinya kita produksi, tapi terkadang habis. Banyak yang pesan langsung datang ke rumah. Karena kita tidak nyimpan di toko. Alhamdulillah selalu ada yang beli, terkadang untuk oleh-oleh saudaranya yang dari luar kota,” kata dia.

Iceu menjelaskan, proses pembuatan dodol Niknok ini kurang lebih memakan waktu selama 5 jam.

Dari mulai bahan mentah sampai bahan jadi. Membuatnya pun menggunakan tungku.

Untuk pemasarannya sampai ke Garut, Tasik, Ciamis, Ciawi dan sekitarnya.

Konsumen juga bisa memesan dodol ini lewat online shopee. Hanya saja untuk saat ini yang tersedia hanya rasa original.

“Padahal sebelumnya, pernah membuat dodol rasa duren. Hanya saja peminatnya kurang banyak, sehingga kembali lagi ke awal. Kita menyediakan dodol original dan ternyata memang kebanyakan menyukai yang rasa ori ini,” kata dia.

Iceu menambahkan, Ia pun telah membuka Cabang di daerah Sukaresik sejak tahun 2001 dan masih berjalan hingga saat ini.

Ia mengemasnya dengan berbagai macam toples yang dihiasnya agar tampilannya lebih menarik.

Ia simpan di beberapa toko yang ada di Tasikmalaya. Namun ternyata banyak yang memesan tanpa menggunakan tempat penyimpanan.

“Mereka kebanyakan ingin terlihat ke khasannya, sehingga banyak yang pesan hanya menggunakan plastik saja. Karena menurut mereka itu adalah khas dari dodol asal Pagerageung, yang isinya dibungkus daun pisang kering,” ucapnya.

Ia berharap usaha dodol Niknok yang merupakan bisnis turun temurun ini terus bertahan, meskipun sekarang sudah mencapai 40 tahun. “Mudah-mudahan tetap bertahan, hingga turun temurun,” ucapnya.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.