Inilah Saatnya PKL, Abang Becak, dan Toko yang Tertutupi Dibenahi..

333
0
PKL di kawasan Jalan Cihideung Kota Tasikmalaya. foto: dokumen radartasikmalaya.

CIHIDEUNG – Rencana Pemkot Tasik yang akan melakukan penataan wilayah perkotaan secara komprehensif dan representatif diapresiasi penuh Sipatutat. Hal itu seperti ditegaskan Wakil Direktur Sipatutat, Myftah farid kepada radartasikmalaya.com, Selasa (20/8).

“Kita sangat apresiasi. Dan kita pun akan tunggu action-nya. Berhasil atau tidaknya pemerintah menata Kota Tasik yg terdiri dari 10 kecamatan ini, bisa kita lihat dari cara pemerintah menata Jalan HZ Mustofa dan Cihideung,” ujarnya.

Terang dia, mengapa bisa dikatakan seperti itu, karena di dua wilayah tersebut (HZ dan Cihideung) kondisinya saat ini sangat semrawut dan memiliki permasalahan yg sangat kompleks. Mulai dari trotoar sebagai hak pejalan kaki dan parkir kendaraan yang memakan badan jalan.

RAPAT. Direktur Sipatutat, Mamat (kiri) dan Wakil Direktur Sipatutat, Myftah Farid saat memimpin rapat, Selasa (20/8). rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

“Belum lagi PKL yg difasilitasi dan PKL yang tidak difasilitasi, lalu abang becak yang melawan arus, serta pemilik toko yang muka tokonya tertutupi,” terangnya.

Kompleksitas masalah tersebut, beber dia, perlu diselesaikan dengan komprehensif serta menjunjung tinggi asas keadilan. “Dalam artian tidak ada perlakuan yang berbeda, sehingga tidak memunculkan masalah baru,” bebernya.

Dia juga sependapat dengan Wali Kota, Budi Budiman, bahwasannya penataan Kota Tasikmalaya tak bisa sekaligus dan harus ada prioritas.

“Maka kedua wilayah (HZ dan Cihideung) harus menjadi prioritas utama. Karena kedua wilayah itu adalah jantung Kota Tasik yang menjadi pusat perhatian masyarakat, serta pusat perputaran ekonomi,” tegasnya.

Jangan sampai, tambah dia, muncul peribahasa ‘Sampai kapan pun tidak akan ada Wali Kota yang akan bisa menata Cihideung dan HZ,’.

“Apalagi kepala daerah hari ini adalah Wali Kota 2 periode. Budi budiman mampu menepis peribahasa Kota Tasik tidak ada Wali Kota 2 periode. Maka kali ini pun Budi harus mampu memupus peribahasa soal menata itu,” tandasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.