INNALILLAHI.. 79 Tenaga Medis RS Swasta di Garut Terpapar Covid-19

222
0

TAROGONG KIDUL – Sebanyak 79 tenaga kesehatan (nakes) rumah sakit swasta di Kabupaten Garut terpapar Covid-19. Saat ini, seluruh nakes dari klaster rumah sakit swasta tersebut menjalani isolasi dan perawatan di RSUD dr Slamet Garut.

“Sekarang yang masih diisolasi itu dari klaster rumah sakit swasta, kalau klaster pesantren sudah beres semuanya,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani kepada wartawan, Kamis (19/11).

Leli menerangkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut saat ini terus mengalami peningkatan dan muncul klaster-klaster baru. Selain klaster rumah sakit swasta, saat ini yang masih tinggi penyebaran di klaster keluarga.

“Jadi kami imbau kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, baik di rumah maupun di luar, supaya penyebaran Covid-19 di terputus,” ujarnya.

Selama ini, kata Leli, pihaknya selalu berupaya untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19.

Salah satunya dengan kian mengintensifkan kegiatan penertiban di pusat-pusat keramaian bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP).

Selain kegitan penertiban, sosialisai juga terus dilaksanakan terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan. Karena menurutnya penggunaan masker, menjaga jarak serta sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir (3 M), masih merupkan cara pencegahan penyebaran Covid-19 yang paling efektif.

Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan dalam menekan penyebaran Covid-19 ini pihaknya terus melakukan berbagai upaya.

Baca juga : 3 Gedung di RSUD Garut Jadi Tempat Isolasi

Seperti sekarang ini pihaknya membatasi aktivitas di tempat keramaian yang sifatnya sengaja diciptakan dan adanya penyebaran undangan.

“Kalau ada aktivitas ini kita langsung bubarkan, karena tidak boleh adanya kumpul-kumpul banyak orang,” terangnya.

Rudy mengatakan untuk lebih memperkuat payung hukum pelaksanaan pembatasan tempat-tempat keramaian tersebut, pihaknya akan segera membuat surat edaran (SE).

Walaupun sebenarnya perintah untuk pelaksanaan pembatasan tempat-tempat keramaian atau tempat-tempat pertemuan itu sudah ada langsung dari Kemeterian Dalam Negeri (Kemendagri).

Untuk hotel-hotel di Garut, pihaknya mempersilakan untuk tetap buka dengan catatan dilakukan pembatasan terhadap jumlah kunjungan. Begitu pun untuk jumlah tamu di dalam satu kamar yang harus dibatasi jangan lebih dari dua orang.

“Namun apabila di hotel dilakukan kegiatan yang menggunakan aula, itu yang kita tidak perbolehkan karena sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Bupati pun mengingatkan agar petugas tidak usah ragu-ragu untuk membubarkan kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan massa karena itu jelas-jelas sudah melanggar protokol kesehatan. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.