Inovasi Pramuka Ciamis Dapat Apresiasi

43
0
TANAM PADI. Ketua Kwarda Pramuka Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil (dua kanan) dan Ketua Kwarcab Pramuka Ciamis H Nanang Permana SH serta undangan saat menanam padi dalam poly bag yang diinisiasi Kwarda Pramuka Ciamis.
Loading...

CIAMIS – Kwarcab Pramuka Ciamis berhasil panen perdana dari Gerakan Tanam Padi di Polybag di Gedung Pramuka Ciamis, Senin (21/12).

Gerakan tersebut mendapatkan apresiasi Kwarda Pramuka Jabar dan akan diterapkan di Pramuka seluruh Jawa Barat.

Ketua Kwarda Pramuka Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil menyebut, Gerakan Tanam Padi pada polybag di Ciamis ini akan menjadi percontohan dan diterapkan di setiap daerah di Jawa Barat.

“Terobosan ini sangat luar biasa, Pramuka Ciamis mempersiapkan masa depan, mempersiapkan anak muda kita dengan bercocok tanam padi menggunakan polybag,” ujar Atalia saat melakukan panen perdana padi dalam polybag di Ciamis.

Menurutnya, gerakan menanam padi di polybag sebagai salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan sehingga dapat terhindar dari krisis pangan saat pandemi Covid-19.

Baca juga : Petugas Akan Bubarkan Kerumunan Perayaan Tahun Baru di Ciamis

Menanam padi dalam polybag ini sangat simpel dan tidak memerlukan lahan lebih luas. Pramuka bisa melakukannya di sekolah masing-masing.

“Bisa dilakukan di rumah masing-masing, untuk itu kita akan melakukan gerakan menanam ini dengan bersama-sama melalui gerakan Pramuka se-Jawa barat,” ujar dia.

Gerakan tersebut juga sebagai media pendidikan pertanian kepada anak-anak karena saat ini banyak anak yang tidak tahu cara menanam padi.

“Mengajarkan menanam sejak dini, bisa dari mulai tingkat siaga diajarkan menanam demi menyelamatkan generasi kita,” jelasnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, semua pihak juga harus menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan melalui 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Ketua Kwarcab Pramuka Ciamis H Nanang Permana SH menjelaskan, dalam menanam di polybag ini pihaknya menggunakan benih bernama MSP (Mari Sejahterakan Petani) jenis inbrid, sehingga hasil panen bisa digunakan sebagai benih.

“Masa tanamnya pun lebih cepat dari padi biasa, sekitar 97 hari sudah bisa panen. Kami menanamnya pun menggunakan pupuk organik tidak pakai pupuk buatan pabrik,” ujar Nanang.

Gerakan menanam pagi di polybag diluncurkan untuk mendidik anak-anak Pramuka supaya tahu bertani sebagai salah satu upaya menyelamatkan generasi muda.

“Karena sifat mereka tidak mau kotor jadi disiasati menggunakan polybag sehingga tidak perlu turun ke ladang, hanya perlu di darat mengolah media tanam di polybag dan hanya cukup 1 butir padi MSP setiap 1 polybag,” ujar Ketua DPRD Ciamis ini.

“Hasil panen ini akan dijadikan benih untuk disebar ke setiap pangkalan Pramuka di Sekolah. Jadi anak-anak akan dibekali 1 butir padi 1 polybag harus dijaga sampai tumbuh dan siap panen,” ujarnya menjelaskan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.