Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.9%

2.3%

0.2%

4.4%

19.5%

11.3%

0%

0.1%

0%

0%

Insentif Kartu Pra Kerja Rp 500 Ribu

124
0

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan akan memberikan insentif bagi peserta program kartu pra kerja sebesar Rp 500 ribu. Uang tersebut diterima peserta selama mengikuti pelatihan untuk program kerja.

“Selama mengikuti program pra kerja dikasih insentif (Rp500 ribu),” ujarnya di Jakarta, Kamis (5/12).

Dengan mendapatkan insentif ini, peserta program kartu pra kerja tak mendapatkan uang bulanan. Namun peserta akan mendapatkan uang makan dan transportasi selama mengikuti program kartu pra kerja. Insentif ini bisa sebagai modal peserta yang ingin mencari kerja setelah mengikuti pelatihan.

“Di kasih insentif Rp500 ribu untuk dia masuk pada pasar kerja,” kata dia.

Peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus mengatakan program pra kerja akan efektif apabila kesiapan dan kematangan program, seperti penguatan basis data untuk penetapan calon penerima kartu pra kerja.

“Perlu verifikasi, uji coba, konfirmasi data, baru bisa meluas. Karena kalau tidak, maka akan menimbulkan kerugian kepada pemakainya,” ujar Heri.

Namun apabila kartu pra kerja tidak diiringi dengan basis data yang valid dan terverifikasi, maka untuk mencetak sumber daya manusia terampil, dan menekan pengangguran tidak akan berjalan optimal.

Selain itu, harus ada kerja sama dengan dunia usaha, agar penerima pelatihan program kartu pra kerja bisa terserap di perusahaan.

“Durasi pelatihan juga perlu lebih lama, tidak bisa hanya 1-2 bulan dengan infrastruktur seadanya,” kata dia.

Heri juga menekankan pemerintah mempercepat memperbaiki kualitas ketenagakerjaan, melalui kolaborasi dengan lembaga-lembaga pendidikan swasta maupun firmal serta dunia usaha.

“Pelatihan yang diberikan dalam berbagai sarana, belum cukup. Perlu diselaraskan dengan kebutuhan tenaga kerja,” tutur dia.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 ribu untuk program kartu pra kerja. Anggaran tersebut akan diberikan kepada 2 juta orang peserta program kartu pra kerja.

Adapun penerima kartu pra kerja minimal berusia 18 tahun dan tanpa batas maksimal. Penerima kartu pra kerja tidak boleh sedang menjalankan pendidikan formal serta harus Warga Negara Indonesia (WNI).

Pelatihan untuk peserta program kartu pra kerja dibagi oleh tiga jenis, yakni Skilling, Upskilling, dan Re-skilling. Pelatihan Re-skilling (penggantian skill) akan diutamakan bagi mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). (din/fin)

loading...