Insentif Linmas di Kabupaten Tasik Belum Cair

64
0

SINGAPARNA – Keluarga 56 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di bawah Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tasikmalaya yang sudah meninggal dunia berharap ada insentif atau perhatian dari pemerintah daerah segera direalisasikan.

Harapan tersebut terkendala akibat proses pencairan insentif bagi anggota Linmas yang sudah meninggal dunia sejak 2018, 2019 dan 2020 di Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) masih belum cair.

Baca juga : Bedah Rumah Duafa Ponpes Idrisiyyah Tasik, Wujud Kepedulian Bersama

Padahal, insentif ini cukup berarti bagi para keluarga almarhum abdi penjaga keamanan masyarakat tersebut meski memang nilainya tidak terlalu besar sekitar Rp 1 juta per orang.

Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur dan Linmas Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tasikmalaya Drs Budi Arifin mengatakan, banyak para kepala desa yang datang kepadanya untuk menanyakan kapan proses pencairan bagi anggota Linmas yang telah meninggal dunia di desa mereka.

“Banyak kadesnya yang datang ke sini menanyakan itu. Akan tetapi kami menjawab semua sudah kami usulkan ke dinas keuangan dan mungkin masih dalam proses,” terang Budi kepada Radar di Kantor Satpol PP, Jumat (3/7).

Menurut dia, data anggota Linmas yang sudah meninggal, alamat serta kartu tanda anggota (KTA) sudah dicatat.

Pihaknya pun segera mengusulkan kepada dinas keuangan untuk proses insentifnya. “Untuk persyaratan umum sudah lengkap,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, karena ada aturan dan kebijakan baru terkait pencairan insentif ini maka prosesnya jadi sedikit terhambat.

Salah satunya harus ada proposal rincian biaya penguburan bagi anggota Linmas yang meninggal.

“Apalagi di awal tahun ini malah ada Covid-19. Sehingga berdampak pula bagi berbagai program dan kegiatan di Pemkab Tasikmalaya,” jelas dia.

Mereka yang diusulkan sebanyak 56 anggota Linmas yang sudah almarhum tersebut berasal dari 16 kecamatan.

Dalam aturan, setiap orangnya mendapatkan insentif Rp 1 juta yang diberikan kepada keluarga yang bersangkutan.

Pengusulan insentif ini, tambah dia, langsung dari setiap pemerintah desa yang bersangkutan dengan diketahui pemerintah kecamatan.

“Kemudian diserahkan kepada Satpol PP guna direkomendasikan ke keuangan. Idealnya bila diusulkan pada tahun anggaran perubahan tahun lalu maka akan keluar pada anggaran murni tahun ini. Atau pun jika diusulkan di tahun anggaran murni tahun ini, kalaupun tidak di perubahan,” ujar dia.

Salah satu Anggota Linmas dilngkungan Dinas Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya Edi berharap kepada pemerintah daerah agar segera mencairkan dana insentif khususnya bagi para Linmas yang sudah meninggal.

“Keluarga almarhum berharap ada perhatian walaupun nilainya tidak besar. Para Linmas ini, berjuang untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ujar dia.

Dia menambahkan, bahwa tugas pokok Linmas selain pengaman di daerah juga ikut serta membantu penanganan bencana baik bencana alam maupun bencana sosial.

“Harapan kami seluruh anggota Linmas Kabupaten Tasikmalaya lebih diperhatikan oleh pemerintah. Alhamdulillah dengan dialihkan Linmas ke Satpol PP sedikit demi sedikit kami bisa maju,” ujar dia.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tasikmalaya Rahayu Jamiat mengatakan, bahwa setahu dirinya pengajuan usulan untuk insentif tersebut sedang dalam proses.

Baca juga : Pencuri Mobdes Kabupaten Tasik Terekam CCTV

Menurut dia, ada beberapa persyaratan yang belum dilengkapi oleh dinas terkait. Artinya, dinas keuangan sudah siap, jika persyaratan sudah lengkap.

“Akan diproses kalau sesuai dengan ketentuan dan anggaran tersedia, selama ini kita selalu memproses, berupaya mempercepat, dengan catatan harus sesuai dengan ketentuan,” terang dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.