Insentif Petugas Kamar Mayat Tak Cair, Begini Kata Management RSUD Kota Tasik

225
1
PROTES INSENTIF BELUM CAIR
Petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, menggunakan APD yang bertuliskan curhatan mereka, Kamis (20/08). istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Management RSUD dr Soekardjo Kota Tasik mengklaim, bahwa dana insentif covid-19 bagi para petugas instalasi pemulasaraan jenazah tak kunjung cair dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Padahal, sebelumnya pengajuan dokumen pencairan insentif telah diajukan keseluruhan bagi tenaga medis dan non medis termasuk bagi petugas kamar mayat.

Namun, anggaran yang cair dari pusat selama ini hanya insentif bagi para perawat saja dan tidak ada alokasi pencairan buat petugas pemulasaraan jenazah covid-19.

“Kalau dari anggaran Pemkot Tasik untuk covid-19 memang ada insentif per jenazah untuk petugas pemulasaraan jenazah di luar tim RSUD,” ujar Wakil Direktur RSUD Soekardjo, Deni Diyana, kepada wartawan, Kamis (20/08) siang.

“Tapi, kan selama ini hampir seluruhnya pengurusan jenazah covid-19 oleh tim dari kami. Bahkan, jenazah covid-19 asal Kabupaten Tasikmalaya juga sering diprosesnya oleh tim dari kami,” sambungnya.

Deni menerangkan, selama ini pihaknya terus mengupayakan pencairan dana insentif bagi para petugas pemulasaraan jenazah meski dari Kemenkes tak cair.

Loading...

Salah satunya, mencari pos alokasi anggaran lainnya yang dimungkinkan bisa dialihkan untuk pembayaran insentif.

Tapi, selama ini pihak manajemen rumah sakit masih kebingungan pos alokasi anggaran covid-19 yang mana untuk bisa dialihkan.

“Dari pusat tidak ada (buat tim pemulsaraan jenazah). Hanya ada cair insentif untuk perawat saja,” tambahnya.

Deni mengaku selama ini belum mengetahui berapa jumlah insentif yang akan dibayarkan untuk mereka nantinya.
Tapi, pihaknya akan terus berupaya memberikan intensif yang layak bagi mereka.

Apalagi, mereka selama ini merupakan petugas garda terdepan yang berisiko tinggi karena langsung kontak dengan pasien covid-19.

“Kita juga bingung kenapa dari pusat tidak keluar (cair) buat mereka. Seharusnya ada sharing segera antara pusat dengan Pemkot Tasik agar ada solusi untuk mereka,” tegasnya.

Pihaknya berharap kepada Kementerian Kesehatan untuk tak memandang sebelah mata para petugas pemulasaraan jenazah.

Mereka sejatinya adalah petugas utama selama ini dalam memerangi pandemi corona di tiap-tiap daerahnya.

“Itu kekecewaan mereka, saya paham. Kita management bukan hanya memprioritaskan petugas medis saja, petugas pemulasaraan jenazah harus dipandang dan diprioritaskan oleh pemerintah pusat,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Cik atuh prioritaskan yang tidak di gaji, tapi kerja full time, kalau ASN mah sudah jelas dapat rutin, moso sampai di protes oleh mereka, baru di Tasikmalaya lho ada keluhan seperti ini, katanya kota santri yang faham, mana yg prioritas mana yang bias di tunda???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.