Insentif Petugas Pemulasaraan RSUD Kota Tasik Cair Pekan Depan

117
0
PROTES INSENTIF BELUM CAIR
Petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, menggunakan APD yang bertuliskan curhatan mereka, Kamis (20/08). istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya telah berkoordinasi dengan manajemen RSUD dr Soekardjo, terkait belum cairnya insentif untuk petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19.

Hasilnya, insentif untuk petugas yang mengurus jenazah pasien Covid-19 akan diselesaikan dan ditagetkan cair pekan depan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat mengatakan, pembayaran insentif untuk petugas pemulasaraan sebenarnya bisa dilakukan dengan dua skema.

Pertama, melalui pembiayaan jasa medik atau pembiayaan pelayanan langsung terkait Covid-19.

“Artinya, setiap pasien yang berobat bisa diklaim langsung oleh RSUD dr Soekardjo ke pusat. Biayanya diambil dari situ,” katanya kepada wartawan, Jumat (21/08) malam.

Selain itu, terang Uus, pembayaran bisa juga dikutsertakan ke pembiayaan insentif khusus untuk petugas kesehatan.

Uus mengakui, insentif itu sifatnya khusus untuk tenaga kesehatan. Sementar, selama ini tenaga kesehatan hanya dipahami hanyalah dokter dan perawat.

Menurut dia, hal itu bisa dikoordinasikan lebih lanjut antara Dinkes dengan RSUD dr Soekardjo.

“Besok, Sabtu (22/08) kita akan bertemu dengan tenaga non Nakes di RSUD, termasuk petugas pemulasaraan jenazah. Mudah-mudahan ada jalan keluar,” terangnya.

Ia meminta para petugas pemulasaraan untuk bersabar menunggu cairnya insentif.

Insentif untuk mereka bukan tidak terbayarkan, tapi butuh waktu untuk pembayarannya.

“Kita targetkan Senin bisa terselesaikan. Paling tidak pekan depan selesai,” tambahnya

Sebelumnya, tim pemulasaraan jenazah Covid-19 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya mengeluarkan isi hati mereka dalam baju hazmat yang mereka digunakan, pada Kamis (19/08) dini hari.

Ketika mereka sedang mengurus pemakaman jenazah salah satu pasien suspek Covid-19, baju mereka bertuliskan sejumlah kalimat curhat.

Dalam baju hazmat mereka, terdapat tulisan-tulisan seperti “KERJA TANPA UPAH”, “KAPAN KAMI CAIR”, “IRAHA (KAPAN) CAIR INSENTIF?, “PERHATIKAN KAMI”, “ENGGAL CAIR HOYONG KAWIN (CEPAT CAIR MAU MENIKAH)”.

Tulisan-tulisan itu dibuat sebagai bentuk protes lantaran insentif mereka selama menangani jenazah pasien Covid-19 belum juga cair.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.