Insentif Tenaga Kesehatan Kota Tasik Teu Cair Wae

868
1
TOTALITAS. Perawat RSUD dr Soekardjo saat melakukan tugasnya di ruang isolasi beberapa waktu lalu. IST

TASIK – Di masa pandemi Covid-19, tak bisa dipungkiri peran tenaga kesehatan di Kota Tasikmalaya menjadi garda terdepan dalam melakukan penanganan pasien Covid-19.

Akan tetapi, hingga kini tenaga kesehatan itu masih gigit jari karena insentif yang tak kunjung cair.

Baca juga : 3 Rampok Motor di Jalan Sewaka Kota Tasik Diringkus Polisi, Begini Modusnya..

Dari informasi yang dihimpun Radar, persoalan insentif banyak dikeluhkan para perawat.

Seperti di RSUD dr Soekardjo, pasalnya kinerja mereka belum mendapat dukungan finansial dari pemerintah baik daerah maupun pusat.

Hal itu diakui Wadir Umum RSUD dr Sopekardjo H Deni Diyana yang mendapat keluhan dari Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) terkait insentif yang tak kunjung turun.

“Bukan hanya bulan ini, tapi sejak awal datangnya Covid-19. Mereka belum pernah dapat insentif,” ungkapnya saat dikonfirmasi Radar, Rabu (17/6).

Padahal, kata dia, peran mereka dalam penanganan Covid-19 cukup vital dan berisiko tinggi.

Apalagi, ada yang sampai tinggal terpisah dengan keluarganya karena khawatir membawa virus Corona. “Jadi wajar jika mereka mengeluh, ketika insentif belum juga turun,” terangnya.

Dia khawatir hal ini akan berdampak pada kinerja perawat, baik dalam penanganan Covid-19 ataupun tugas reguler di rumah sakit. Meskipun, saat ini sudah tidak ada pasien yang ditangani di ruang isolasi.

“Mudah-mudahan mereka bisa tetap bekerja secara maksimal, karena ini urusannya pelayanan kesehatan untuk masyarakat,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Asuhan Dan Penunjang Pelayanan Keperawatan RSUD dr Soekardjo H Dudang Erawan Suseno menyebutkan ada sekitar 58 perawat yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Sebanyak 13 orang menjaga di trease depan dan 45 di ruang isolasi. “Karena kita bagi-bagi tim dalam penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.

Dia pun mengakui para perawat banyak mengeluhkan insentif yang tidak kunjung cair, baik dari Kemenkes maupun Gugus Tugas Kota Tasikmalaya.

Hal itu dirasa wajar mengingat mereka bekerja dengan penuh risiko. “Tahu sendiri, pakai baju APD itu bukan hal yang nyaman,” katanya.

Baca juga : Ngaku Sopir Anggota DPRD, Bawa Kabur 8 Motor di Kota Tasik

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat belum memberikan respons ketika dihubungi.

Begitu juga Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan yang juga belum bisa diwawancari. (rga)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Save Tim Covid-19 RSUD dr Soekardjo
    Mudah-mudahan janten amal ibadah di dunia teu dibayar, di akhirat di bayarna.
    Ternyata “Sungguh miris garda terdepan” di wilayah kota Tasikmalaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.