Inspektorat Kabupaten Pangandaran Akan Bekerja Lebih Ketat

14
PENDAMPINGAN. Inspektorat Pangandaran akan melakukan pendampingan manajamen berbasis risiko minimalisir terjadinya temuan Kamis (10/1). (Deni Nurdiansah / radartasikmalaya.com)

PARIGI – Inspektorat Kabupaten Pangandaran berupaya terus melakukan pengawasan dalam setiap kegiatan yang dilakukan SKPD. Sehingga bisa berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

”Kita ini rata-rata melakukan pemeriksaan setelah pekerjaan berakhir, jadi jika ada temuan dan harus ada pengembalian uang setelah pekerjaan itu selesai, maka sangat berisiko. Maka mulai dari sekarang kita mau melakukan pendampingan lebih awal sebelum adanya temuan atau pengawasan berbasis risiko,” ujar Inspektur Kabupaten Pangandaran Apip Winayadi keapda sejumlah wartawan Kamis (10/1).

Untuk itu, dia meminta kepada data ke tiap SKPD mana saja yang memiliki risiko dalam pekerjaan. ”Untuk pendampingnya nanti kita akan lakukan maping, dan akan bekerja lebih ketat, “ tuturnya.

Namun tidak semua SKPD harus didampingi, tapi hanya beberapa titik saja yang dianggap berisiko. ”Sehingga temuan bisa diminimalisir sekecil mungkin sejak dini,” tegasnya.

Tahun 2018 pihaknya hanya memeriksa empat SKPD dan 14 desa, dan hingga saat ini sudah dilakukan perbaikan. ”Seperti Dinas Pendidikan sudah semakin bagus, karena sudah ada sistem pengendalian internal di masing-,asing SKPD,” katanya.

Ia menambahkan untuk perbaikan lebih kepada SDM baik itu di perencanaan dan pengelola keuangan. ”Ke depan harus diperbaiki lagi dan perhatian juga bagi semua SKPD,” tegas Apip. (den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.