Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Inspektorat Minta Waktu Audit Rutilahu

42
0

BANJAR – Inspektur Kota Banjar Ojat Sudrajat belum menyanggupi permintaan Kejaksaan Negeri Banjar mengaudit penyaluran bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) pada tahun 2016 di Desa Batulawang, Kelurahan Sukamukti dan Kelurahan Pataruman.

”Belum bisa kita laksanakan tahun ini, insyaallah awal tahun depan dan sudah disampsikan ke pihak kejaksaan saat ekspose,” kata Ojat kemarin, Jumat (11/10).

Sebelumnya dugaan tindak pidana korupsi program rutilahu tahun 2016 di tiga wilayah itu baru terendus Kejaksaan Negeri Kota Banjar pertengahan tahun ini.

Saat dilakukan investigasi, Kejaksaan menemukan kejanggalan dugaan kerugian negara sekitar kurang lebih Rp280 juta. Nilai itu ditemukan setelah tim intel turun ke lapangan dan melakukan pendataan kepada para penerima bantuan. Kemudian kasus itu dari seksi intel dilimpahkan ke bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan.

”Dilimpahkan ke kami (Pidsus), namun untuk mencari tersangkanya, kita harus terlebih dahulu menemukan bukti pelanggaran hukum contoh hasil audit dari lembaga auditor yang sudah kredibel seperti Inspektorat, jika positif ada temuan maka akan ada penetapan tersangkanya,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Banjar, Feri Nopiyanto di ruang kerjanya.

Feri menjelaskan, pihaknya tidak mau gegabah. Pasalnya kasus ini lumayan rumit dan membutuhkan waktu. Jumlah penerima bantuan rutilahu sendiri lebih dari 200 penerima dan untuk menentukan kerugian negara maka harus dilakukan investigasi atau pengambilan keterangan dari seluruh penerima bantuan di tiga desa.

”Itu yang kita mintakan bantuan ke Inspektorat, karena untuk menentukan nilai kerugian negara. Inspektorat sendiri katanya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta anggaran jika dipaksakan audit tahun ini,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.