Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.4%

8.1%

67.2%

Inspirasi dari Mantan Napi Narkoba Warga Cineam Tasik

110
0
PAPARKAN. Relawan BNN Kota Tasikmalaya berbagi pengalaman terlepas dari narkoba kepada narapidana Tasikmalaya Kota terbebas narkoba Rabu (24/6). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

TAWANG – Peredaran narkoba masih menjadi ancaman bagi masyarakat termasuk di Kota Tasikmalaya.

Selain diberi sanksi penjara, pelaku juga harus diajak supaya tidak kembali mengulang kesalahan serupa.

Kepala BNN Kota Tasikmalaya H Tuteng Budiman mengatakan bahwa penegakan tidak cukup membuat para pelaku jera.

Baca juga : PSBB Kota Tasik Dihentikan, Masuk ke Fase AKB

Buktinya masih ada pengedar yang sudah dihukum tapi mengulangi perbuatannya.

“Karena mindset mereka perlu diarahkan,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (26/6).

Maka dari itu, BNN Kota Tasikmalaya menggaet, Saepulloh (38), mantan pengedar narkoba sebagai relawan.

Pihaknya memberikan motivasi kepada para narapidana narkoba di Lapas Klas II B Tasikmalaya hari Selasa lalu (26/6).

“Kita datangkan kurir yang sudah berskala internasional, tapi pada akhirnya bisa berubah,” ujarnya.

Potensi untuk seorang pengguna atau pengedar untuk insaf memang perlu didorong oleh pengalaman yang menyakitkan.

Namun menurutnya pengalaman orang lain pun bisa menjadi gambaran dijadikan motivasi.

“Karena yang bisa dijadikan guru bukan hanya pengalaman diri sendiri, tapi juga pengalaman orang lain,” tuturnya.

Pihaknya berharap para napi narkoba di Lapas bisa menjadikan pengalaman Saepulloh sebagai pembelajaran.

Karena dia bisa membuktikan bisa sukses setelah menjauhi narkoba.

“Sekarang ekonominya maju dan hidupnya lebih sejahtera,” katanya.

Dalam memberikan motivasi kepada para warga binaan Lapas, Saepul menceritakan pengalamannya sebagai kurir narkoba.

Track record pekerjaannya sebagai kurir sudah masuk ke jaringan internasional dengan upah yang tidak sedikit.

Namun, banyaknya uang ternyata belum tentu bisa memberikan keberkahan pada kehidupannya.

Karena anak dan istrinya sakit dan akhirnya meninggal. Kehidupannya pun semakin terpuruk.

Di situlah dia sadar dan memulai kehidupan barunya dengan berjualan otak-otak (jajanan warga).

Setelah jatuh bangun dalam 4 tahun dia sudah memiliki dua pabrik dan puluhan pekerja.

Baca juga : IDI Kota Tasik: Ini yang Paling Ditakutkan dalam DBD

Saepulloh mengaku bersedia menjadi relawan BNN, sebab tidak ingin ada orang yang mengalami pengalaman pedih seperti yang dia alami.

Bahkan dia bersedia mempekerjakan mantan napi narkoba di tempat usahanya. “Karena perlu hal-hal positif untuk mengubah untuk mengajak mereka menjalani kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.

(rangga jatnika)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.