Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
16%

84%

Institut Agama Islam Darussalam Redam Politik Identitas

47
0
SILATURAHMI. BEM IAID Kabupaten Ciamis dan LP2M melaksanakan halalbihalal di Aula Kampus IAID, Senin (24/6). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIJEUNGJING – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Kabupaten Ciamis dan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) mengadakan halalbihalal kebangsaan bertema Meneguhkan Kebangsaan dalam Menjalin Harmonisasi Umat Beragama Bernegara di Aula Kampus IAID, Senin (24/6).

Ketua panitia halalbihalal kebangsaan IAID Kabupaten Ciamis, Siraj menjelaskan, halalbihalal ini sangat penting dilaksanakan mengingat politik identitas di kalangan mahasiswa tengah menyeruak. “Harapan kami, diadakannya halalbihalal kebangsaan dapat meredam pembelokan dari politik identitas sehingga tidak merusak nilai-nilai kebangsaan kita,” harap Siraj.

Presiden BEM IAID Kabupaten Ciamis Ilham Nur Suryana menyebutkan, halalbihalal harus tetap dijaga. Konsep silaturahmi tersebut sudah dimulai sejak zaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Dengan demikian, silaturahmi tersebut perlu dilestarikan sebagai refleksi budaya.

Adapun istilah halalbihalal, kata dia, pertama kali muncul setelah Indonesia merdeka 1945. Pada 1948, Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa. Para elite politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu meja.

Kemudian di pertengahan bulan Ramadan, Soekarno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara untuk dimintai pendapat dan sarannya dalam mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat.

Pada waktu itu, para elite politik tidak mau bersatu karena mereka saling menyalahkan. Supaya mereka tidak punya dosa, maka harus dimaafkan atau dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. “Sehingga istilah silaturrahmi itu diubah menjadi istilah halalbihalal,” ucapnya.

Sejak itu, Bung Karno, di Hari Raya Idul Fitri, mengundang semua tokoh politik datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturrahmi yang diberi judul halalbihalal. Akhirnya mereka bisa duduk dalam satu meja sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa.

Berangkat dari sejarah tersebut, menurut dia, sangat strategis selaku mahasiswa menyelenggarakan halalbihalal kebangsaan untuk mempertegas posisi mahasiswa berada di poros tengah dan merajut kembali harmonisasi ukhuwah wathoniah dalam porsi akademis.

“Dihadirkannya kembali mahasiswa di tengah polemik bangsa diharapkan mampu memberikan sumbangsih ide gagasan yang berkesinambungan agar ke depan kedaulatan bangsa ini bisa lebih kokoh dan muncul sebagai bangsa yang percaya diri dan mampu memenangkan kompetisi dengan bangsa-bangsa yang lain,” tutur dia.

Wakil Rektor Bidang SDM IAID Ahmad Nabil Atoilah STH MHum mengajak semua pihak untuk bersilaturahmi kembali. Terutama kalangan pendukung capres 01 dan 02. “Mari kita silaturahmi dan rekonsiliasi semua komponen bangsa,” kata dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.