Investasi Asing Masih Lamban

90
0

JAKARTA – Suhu politik di Indonesia sudah berangsur turun. Apalagi pasca putusan Mahkamah Konsitusi (MK) telah reda. Namun, pergerakan investasi asing masih lamban.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah menuturkan lambannya pergerakan Foreign Direct Investment (FD) disebabkan beberapa faktor. Menurut dia, proses Pemilu hanya tambahan persoalan yang menyebabkan investor tidak banyak merealisasikan investasinya. “Faktor penghambatnya sangat klasik, mulai dari masalah pembebasan lahan hingga masalah perburuhan,” kata Pieter kepada Fajar Indonesia Network (FIN) Minggu (30/6).

Dia melanjutkan selesainya Pemilu tidak menjamin investasi akan langsung bergairah. Jika masih ada hambatan-hambatan yang belum dibenahi. “Selama faktor-faktor yang selama ini menjadi hambatan masih ada, saya yakin realisasi investasi masih akan tertahan,” kata dia.

Sedangkan ekonom Bhima Yudhistira berpedapat lain. Dia memperkirakan investor masih menahan investasinya hingga kabinet pemerintahan baru pada bulan Oktober 2019 mendatang.

Catatan Bhima, usai MK mengeluarkan keputusannya pada Kamis (27/6), investor asing masih mencatatkan penjualan bersih hingga penutupan sesi perdagangan di bursa saham. “Ini menunjukkan investor asing masih menunggu susunan kabinet bulan Oktober dan proses rekonsiliasi kubu 01 dan 02,” ucap dia kemarin (30/6).

Terkait hal itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini realisasi investasi pada tahun ini akan tumbuh dua digit. Tahun 2018, realisasi investasi tercatat sebesar Rp721,3 triliun. “Prediksi saya PMA (penanaman modal asing) dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) pertumbuhannya kembali ke dua digit selama 2019,” ujar Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong.(din/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.