Investor Mall Diminta Melobi Pemkot

588
0
DIBENAHI. Eks Terminal Cilembang terus dibenahi usai dilakukan pembongkaran sebanyak 96 kios bangunan pada Rabu (27/12). Kini lahan tersebut tengah menjadi incaran para investor untuk menanamkan modalnya.

Sekda Abdul Kodir: Pemkab Terbuka bagi Pengembang
TASIK – Para investor peminat lahan eks Terminal Cilembang diminta segera berkoordinasi Pemerintah Kota Tasikmalaya agar memberikan izin lahan seluas 20.000 meter tersebut dijadikan mall.
“Eks Terminal Cilembang nantinya akan dikerjasamakan dengan investor. Dengan begitu Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyerahkan sepenuhnya kepada investor untuk dijadikan A, B, C, D-nya silahkan,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Drs H Abdul Kodir MPd di kantornya pada Jumat (29/12).
Sebab, kata dia, pembangunan mall di eks Terminal Cilembang harus terlebih dahulu disesuaikan dengan tata ruang di Kota Tasikmalaya. “Maka kami persilahkan pengembang (investor) melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya supaya dibangun sesuai dengan peruntukannya,” saran dia.
Kodir pun mewanti-wanti bila pelaksanaannya nanti, investor jangan memaksakan keinginan dalam membangun eks Terminal Cilembang. Sehingga ada pihak yang dirugikan. ”Untuk itu, kerja samanya jangan hanya dengan Pemkab saja, tetapi harus dengan seluruh pihak terkait. Supaya pembangunan bisa berjalan sesuai peruntukan,” paparnya.
Dia menegaskan pihaknya akan sangat terbuka untuk semua investor yang ingin bekerja sama dengan Pemkab. Sebab, kemungkinan besar, kata dia, eks Terminal Cilembang tidak akan dijual atau dikontrakkan. Tetapi akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. ”Kalau memang kebutuhannya mall dan tidak menyalahi aturan, kenapa tidak. Namun itu masih sebatas pengajuan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Aset Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tasikmalaya H Cecep Rostata mengungkapkan dari ke empat investor yang sudah mengajukan kerja sama salah satunya yakni Transmart. “Memang saat itu, saya mengetahui persis. Karena ikut mendampingi peninjau ke lapangan. Untuk yang tiga investor lagi harus membuka data karena sudah lama,” katanya saat di hubungi, kemarin (29/12).
Sedangkan, untuk nominal kontrak kerja sama eks Terminal Cilembang. Sampai saat ini belum ada, namun dipastikan bila dilihat lokasi eks terminal akan sangat mahal. “Karena dilihat dari lokasinya sangat strategis (Jalan Ir H Djuanda, Red). Tapi untuk masalah harga akan dihitung oleh Appraisal,” tuturnya.
Pertimbangkan Pasar Tradisional
Sementara itu, wacana Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memanfaatkan eks Terminal Cilembang sebagai pusat perbelanjaan nampaknya belum diketahui DPRD Kota Tasikmalaya. “Kita baru mendengar adanya rencana eks Terminal Cilembang dijadikan mall, itu pun dari media,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharram kepada Radar, kemarin.
Menurut Dede, meski secara preogratif merupakan hak Bupati Tasikmalaya dalam menentukan kebijakan penggunaan aset milik Pemkab, tetapi secara etika harus ada komunikasi dengan Pemkot, termasuk mengkaji dampak positif maupun negatifnya.
“Secara kewilayahan itu kan ranah Pemkot. Baik perizinan maupun pertimbangan aspek lainnya. Ketika dibangun mall, eksesnya seperti apa terhadap pasar tradisional harus diperhatikan juga,” tuturnya.
Politisi PKS itu menilai, apabila pusat perbelanjaan dibangun dengan radius hitungan meter dengan pasar tradisional (Pasar Induk Cikurubuk) akan terjadi permasalahan yang mengganggu kestabilan pelaku pasar tradisional. Maka diharapkan Pemkab memiliki itikad baik sejak jauh-jauh hari bertabayun dengan Pemkot dalam rencana pemanfaatan lahan tersebut.
“Jangan sampai di kemudian hari terjadi persoalan. Pemkab membangun tanpa ada komunikasi baik dengan Pemkot maupun stakeholder dan pelaku pasar tradisional yang nanti akan terkena imbasnya Pemkot,” terang Dede.
Dia memprediksi apabila dibangun mall yang dikelola investor atau pihak ketiga, niscaya kestabilan ekonomi Pasar Cikurubuk yang didominasi warga Kota Tasikmalaya akan terkena ekses. Apalagi kondisi pasar saat ini mulai melesu ditengah gencarnya pembangunan pasar modern.
“Saya prediksi pelaku pasar yang biasa beraktivitas di Cikurubuk akan terkena dampak. Jangan sampai ini terjadi, coba lihat sisi tata ruangnya sudah ideal belum di sana dibangun mal?” tanyanya. (ujg/igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.