Ipah: Target RPJMD Ciamis tak Rasional dan Perlu Dikaji Ulang

83

CIAMIS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis dari Komisi II, Ipah Hudaifah mengupas tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Ciamis tahun 2019-2024.

Kata dia, RPJMD merupakan penjabaran dari Visi Bupati dan Wakil Bupati serta menjadi dasar perumusan perioritas pembangunan Kabupaten Ciamis.

Visi Kabupaten Ciamis periode 2019-2024 menjadi arah bagi pembangunan sampai dengan lima tahun mendatang.

Dimana, berbagai kebijakan pembangunan jangka menengah kabupaten Ciamis sampai dengan tahun 2024 difokuskan untuk mewujudkan visi tersebut.

Adapun, visi pembangunan jangka menengah kabupaten Ciamis adalah, mantapnya kemandirian ekonomi, sejahtera untuk semua.

Untuk, RPJMD tahun 2019-2024 termasuk dalam tahap IV atau tahap akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2005-2025, yang merupakan tahap pencapaian kesejahteraan.

Bahwa RPJMD kemudian akan dijabarkan kedalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), yang selanjutnya RKPD yang telah terbentuk akan dijadikan Pedoman Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Ciamis.

“Oleh karena itu saya memberikan catatan terhadap beberapa poin di dalam RPJMD, ” jelas Ipah dari Fraksi PKS kepada wartawan Selasa (16/7) siang di ruanganya.

Ipah menyampaikan, bahawa yang pertama, dalam bidang pendidikan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) menunjukkan jenjang pendidikan yang pernah atau sedang diduduki seseorang.

Semakin tinggi angka RLS maka semakin lama atau tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkannya.

Bahwa, capaian RLS Kabupaten Ciamis pada tahun 2018 sebesar 7,60 tahun, berarti rata-rata penduduk usia diatas 25 tahun di Kabupaten Ciamis, menyelesaikan pendidikan kelas VII SMP atau sederajat.

Dalam RPJMD Pemerintah saat ini, menargetkan pada tahun 2024 RLS penduduk di Ciamis pada 8,05 tahun atau setara dengan Kelas VIII SMP.

Tentunya, dalam bidang pendidikan tidak ada peningkatan secara signifikan yang ditargetkan oleh pemerintah.

Padahal, jika dilihat dari misi pertama Bupati dan Wakil Bupati yaitu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dengan sasaran kegiatan agar bisa mewujudkan SDM yang cerdas, kreatif dan inovatif serta berkahlak mulia.

Bayangkan, apakah dengan hanya lulusan Kelas VIII SMP bisa menciptakan manusia yang berkualitas sebagaimana Misi Bupati dan Wakil Bupati di atas.

” Menurut saya misi pertama dan target capaian kinerja yang tertuang dalam RPJMD itu tidak rasional, dan hal ini perlu dikaji ulang,” ucapnya.

Pihaknya juga mengusulkan RLS Kabupaten Ciamis minimal 10,93 tahun seperti halnya Kota Cimahi dan Kota Bekasi pada Tahun 2017, yang pada saat itu mencapai RLS paling tinggi di Provinsi Jawa Barat.

Jadi, sekali lagi target RLS kabupaten Ciamis tahun 2024 dengan 8,05 tahun itu terlalu rendah, karena RLS Provinsi Jawa Barat saja pada Tahun 2017 mencapai 8,14 tahun.

” Tentunya, kita butuh pemimpin yang visioner supaya Kabupaten Ciamis bisa mencapai kemandirian dalam bidang ekonomi dan seluruh masyarakatnya bisa sejahtera tentunya,” pungkasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.