Irema MA Gelar The Special Day of Muslimah

105
0

BUNGURSARI – Ikatan Remaja (Irema) Masjid Agung (MA) Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan The Special Day of Muslimah di Gedung Aisyah Jalan Ir H Juanda Bantarsari Kota Tasikmalaya, Sabtu (02/03).

Even bertema “Jodoh tak Hanya Tentangmu” ini dihadiri oleh Ummi Pipik Dian Irawati selaku pemateri, Bunda Dewi selaku pemateri salah satu guru dari yayasan di Tasikmalaya, Komunitas Muslimah Kota Tasikmalaya dan para tamu undangan.

Ketua pelaksana kegiatan, Dalva Lutfi Hidayat mengatakan, Irema Masjid Agung rutin menggelar acara serupa setiap tahun.

“Kegiatan dilakukan sebulan dua kali. Sedangkan acara yang sekarang ini adalah acara besarnya dan dilakukan di awal tahun 2019,” katanya.

Dalva menambahkan, setiap mengadakan acara besar selalu mengundang pemateri, bukan hanya dari dalam tetapi dari luar kota. “Kami selalu mengundang pemateri yang sudah memiliki nama,” katanya.

Selain itu, kata Dalva, para akhwat yang datang banyak dari berbagai komunitas, baik yang ada di Kota Tasikmalaya maupun dari luar kota. “Jumlah panitia yang ikut kegiatan sebanyak 75 orang. Sedangkan jumlah peserta atau tamu undangan yang hadir berjumlah sekitar 800 orang,” ujarnya.

Dalva menjelaskan, acara ini untuk mengedukasi para muslimah agar lebih taat kepada Allah SWT dan merangkul para muslimah Tasikmalaya agar menjadi lebih baik lagi.

“Jodohmu dalam acara ini bukan yang dibahas pernikahan saja, tetapi penjelasan kata ‘mu’ disini melainkan seperti rizki dan kematian. Kadang-kadang orang kan salah mengartikan dan salah niat, anggapan orang-orang ini sebagai mencari jodoh saja, padahal kami hanya ingin meluruskan niat, agar menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Di tempat terpisah, salah seorang tamu undangan, Rista Recita Fauziah (24) dari Sambong Jaya Kota Tasik mengatakan, jodoh bukan hanya tentang menikah, tetapi rizki dan kematian juga.

“Saya kebetulan belum menikah dan saya ingin memperbaiki diri, saya sangat semangat mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.

“Usai mendapatkan ilmu dari kegiatan ini, mudah-mudahan menjadi lebih baik lagi, karena hijrah itu yang paling sulit adalah istiqomahnya. Hijrah itu gampang, seperti dari yang enggak pake kerudung jadi pake kerudung. Tapi ya yang sulit menjaga kedepannya, kadang ada yang ngebuly juga,” pungkasnya. (anshari)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.