ISODEL Menuju Pendidikan 4.0

49

JAKARTA –  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) akan menggelar International Symposium on Open, Distance and E-Learning (ISODEL) di Bali pada 3-5 Desember 2018. Making Education 4.0 for Indonesia menjadi tema utamanya.

Kegiatan ini juga sekaligus menjadi simposium ke-9, yang rencana dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

Kepala Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Pustekkom) Kemendikbud Gogot Suharwoto mengatakan fenomena global village sedang terjadi. Yakni jika ada kejadian di Tiongkok, Eropa, Amerika atau Afrika maka imbasnya akan sampai ke Indonesia.

“Jadi kita harus mengikuti perkembangan di dunia ini. Yang sedang tren saat ini dan sudah disinggung dalam World Education Forum yaitu Revolusi Industri 4.0,” katanya.

Makanya, pemerintah pun sangat serius menyambut revolusi industri 4.0. Sejumlah kebijakan strategis disusun untuk menyambutnya. Oleh karena itu, kata Gogot, ini menjadi moment tepat bagi Kemendikbud untuk memetakan kekuatan dan posisi dari sektor pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Berangkat dari hal itu, maka Making Education 4.0 for Indonesia pada intinya adalah bagaimana pendidikan menyikapi revolusi industri 4.0, khususnya di Indonesia,” ungkapnya.

Konsep pelaksanaan ISODEL tahun ini, dijelaskannya, menggabungkan 3 format acara menjadi satu kesatuan yakni simposium yang merupakan ajang para pakar dan praktisi TIK pendidikan dan kebudayaan berbagi ilmu, ide dan gagasan. Selain itu dilakukan juga workshop yang merupakan ajang para peserta dapat mendalami lebih detail tentang keahlian dan kompetensi TIK yang diperlukan, dalam menyambut era revolusi industri 4.0.

“Dan yang terpenting, pameran yang merupakan ajang menampilkan solusi teknologi terkini, dan inovatif dari berbagai mitra ISODEL,” ujarnya.

ISODEL 2018 bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, guru, peneliti, dan praktisi dari seluruh dunia untuk bertukar pengetahuan, ide, dan pengalaman. Ini demi mendukung transformasi pendidikan di Indonesia menuju Pendidikan 4.0.

Menurut Gogot, saat ini Indonesia sedang mencari bentuk revolusi industri 4.0 dalam dunia pendidikan. Karena pengaruhnya sudah ke mana-mana tapi dunia pendidikan masih belum melakukan sesuatu yang cukup berarti. Harusnya ada sesuatu yang kita lakukan.

“Makanya nanti teman-teman akan lihat bagaimana setiap daerah, setiap bidang termasuk sektor swasta merespons revolusi industri 4.0 ini. Khususnya di bidang pendidikan. Salah satu contoh paling nyata adalah cloud,” jelasnya.

Kata Gogot, jika membaca buku referensi di mana pun pasti revolusi 4.0 itu yang pertama adalah teknologi cloud. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang pesertanya 9,1 juta siswa tahun ini menggunakan teknologi cloud.

“Kemudian internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), video conference, augmented reality (AR),” katanya. (rdi/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.