Istri Keempat Mendiang Pemilik Kebun Binatang Bandung jadi Tersangka

188
0

BANDUNG – Usai tertimpa musibah satu hewannya meninggal dunia, kali ini Kebun Binatang Bandung (bonbin Bandung) tertimpa musibah Soal sengketa lahan.

Musibah tersebut berawal dari sengketa hak kepemilikan anak dari beberapa keturunan pemilik bonbin Bandung, Romli Sundara (almarhum).

Dimana anak-anak dari istri pertama dan kedua tidak masuk daftar hak waris, sedangkan anak dari istri tiga dan empat yang masuk dalam daftar hak waris.

Jaka Susila, Fadly Sundara dan Yuliana yang merupakan keturunan Romli dari istri yang dinikahi pertama dan kedua, tidak masuk dalam daftar ahli waris atas obyek waris berupa lahan yang saat ini dijadikan bonbin Bandung dan harta lainnya.

Di sisi lain, dua anak lainnya dari istri ke tiga dan ke empat, masuk dalam daftar ahli waris. Permasalahan tersebut muncul setelah Romli meninggal dunia pada bulan November 2017. Padahal sebelumnya, secara tak tertulis Jaka, Fadly dan Yuliana sudah diakui sebagai ahli waris Romli.

Ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (28/5), Fadly hadir dengan didampingi kakaknya, Yuliana serta kuasa hukumnya, Suhendar. Dalam kesempatan itu, Fadly menceritakan, Romli Sundara merupakan ayah kandungnya dari ibu bernama Suhartini.

Fadly menyebut, ayahnya juga memiliki anak laki-laki lain bernama Jaka Susila dari istri yang dinikahi pertama kali, yakni Tjiptaningsih. Romli kata Fadly, juga pemilik bonbin Bandung.

“Jadi yang saya laporkan itu ibu Sri, istri ke empat yang dinikahi bapak (Romli). Kami melaporkan dia karena kami bertiga tidak dimasukkan ke dalam daftar ahli waris. Sedangkan anak bapak saya yang lainnya dari pernikahan ketiga dan ke empat, dimasukan ke dalam ahli waris,” kata Fadly.

Fadly melaporkan Sri ke Polda Jabar atas tuduhan tindak pidana menghilangkan asal usul orang dan pemalsuan surat sebagaimana diatur di Pasal 277, Pasal 263 dan Pasal 266 KUH Pidana. Laporan Fadly bernomor LPB/384/IV/2018/Jabar tanggal 17 April 2018.

Beberapa bulan setelah laporan diterima, penyidik Polda Jabar pun meningkatkan status laporan dari penyelidikan ke penyidikan. Sampai akhirnya pada dua pekan lalu, Sri sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Laporan saya ke Ditreskrimum Polda Jabar tertulis dalam nomor perkara LPB/384/IV/2018/Jabar. Bahkan terlapor, dalam hal ini Sri, sudah menjadi tersangka,” tutur Fadly.

Sementara itu, kuasa hukum Fadly, Suhendar menerangkan, pihaknya mendampingi keduanya untuk mendapatkan haknya berupa obyek waris.

“Bahwa kami mendapati penetapan ahli waris dari obyek waris milik almarhum Romli Sundara mulai dari Kelurahan Burangrang dan Kecamatan Lengkong, bahkan ke penetapan pengadilan juga. Tapi ternyata tiga klien kami, Jaka, Yuliana dan Fadly tidak masuk sebagai ahli waris. Padahal menurut aturan, seharusnya masuk,” ujar Suhendar.

Soal pelaporan kliennya ke Polda Jabar, Suhendar menyebut Sri seharusnya sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Akan tetapi, ujarnya, pihak Sri langsung melayangkan praperadilan ke PN Bandung.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Iksantyo Bagus membenarkan soal status dari kasus tersebut.

“Betul, tersangka ibu S, yang bersangkutan sekarang pra peradilan,” kata Iksantyo Bagus lewat pesan singkatnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sidang perdana pra peradilan digelar hari ini, Selasa (28/5/2019). Kuasa hukum Sri, Edi enggan memberikan tanggapannya soal itu. Hanya saja, ia membenarkan Sri mengajukan gugatan pra peradilan.

“Memang benar (mengajukan gugatan pra peradilan atas penetapan tersangka). Selebihnya sudah masuk pokok materi perkara dan saya tidak bisa jelaskan lebih jauh,” tutur Edi via ponselnya. (azs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.