Istri Kerja, Suami Cabuli Bocah SD di Panumbangan Ciamis

296
0
DIINTEROGASI. Pelaku cabul anak di bawah umur diinterogasi Satreskrim Polres Ciamis, Jumat (5/2/2021). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Pria berinisial SW (39), warga Dusun Sindangmekar RT/RW 01/01 Desa Sindangbarang Kecamatan Panumbangan diamankan Satreskrim Polres Ciamis karena mencabuli anak SD berinisial F (13) yang tidak lain adalah tetangganya.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Rizaldy Satria Wibowo mengatakan, pelaku ditangkap karena dilaporkan orang tua korban sudah melakukan pencabulan anaknya. Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung mengamankan pelaku yang kesehariannya adalah kuli bangunan.

Kata dia, berdasarkan penjelasan orang tua korban, bahwa anaknya ada yang mencabuli pada Minggu (3/1) pagi. Waktu itu, korban mengeluhkan sakit di kemaluannya saat buang air kecil. “Korban langsung dibawa ke dokter oleh orang tuanya. Hasilnya dokter menyatakan kemaluan korban robek akibat benda tumpul. Setelah ditanya, korban mengakui sudah disetubuhi oleh tetangganya berinisial SW,” ujarnya, menjelaskan.

“Dari pelaporan tersebut, pelaku kita amankan pada 1 Februari 2021 pukul 15.20 di rumahnya. Saat ditangkap dia pun mengakui segala perbuatanya yang sudah mencabuli korban,” ujarnya kepada wartawan.

Hasil pemeriksaan pelaku, kata dia, SW mengaku sudah tiga kali mencabuli korban di rumahnya. Korban dicabuli pelaku saat bermain ke rumahnya, karena merupakan teman dari anaknya. “Pelaku sempat menjadi guru ngaji. Pelaku mulai tertarik kepada korban saat aktivitas mengajar ngaji,” katanya.

loading...

“Pelaku melakukan aksinya saat korban main malam ke rumahnya, kebetulan istri pelaku bekerja di Bandung. Jadi ada kesempatan mencabuli korban,” ujarnya, menambahkan.

Kata dia, modusnya pelaku melakukan bujuk rayu terhadap korban dengan kata-kata rayuan saja tidak memakai uang. “Hanya dirayu soleh dan baik beda dengan yang lainnya, hanya perkataan itu yang disampaikan pelaku kepada korban. Jadi modus pelaku hanya itu hingga bisa mencabuli korban tiga kali,” ujarnya.

Lanjut dia, pelaku dijerat Pasal 81 ayat 2 dan atau Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman  minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Pengawasan orang tua kepada anak-anaknya harus lebih waspada. Terutama anak yang masih kecil, karena bisa diberdaya oleh orang lain, dibujuk rayu serta ditakutkan jadi korban pencabulan. Selain itu memang saat ini dalam kesadaran hukum juga harus benar-benar disosialisasikan,  terutama  pencabulan terhadap anak,” ujarnya. (isr)

Baca juga : Sehari 30 Warga Terpapar Covid-19, Ciamis Zona Merah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.