ITB Buat Swab Chamber, Lindungi Tenaga Medis saat Proses Deteksi Covid-19

92
0
TERMURAH, Fakultas Teknik Mesin ITB menciptakan alat bernama Swab Chamber. Alat ini berfungsi untuk memisahkan kontak antara pasien dengan tenaga medis, sehingga tidak terjadi tatap muka secara langsung terpisah oleh kaca. DOK ITB

Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil memproduksi Swab Chamber atau Bilik Swab Test untuk menjaga keamanan tenaga medis dalam proses mendeteksi Covid-19.

Swab Chamber adalah bilik yang berfungsi untuk memisahkan antara pasien dengan tenaga medis agar aman dan tidak tertular dalam rangkaian tes swab.

Baca juga : Soal Pengadaan Barang, KNPI Minta Bagian Umum Pemkab Tasik Transparan ke Publik

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin ITB Arya Dipajaya mengungkapkan Swab Chamber dibuat agar kedap udara dan menggunakan sistem positive pressure, artinya udara dari luar tidak dapat masuk kecuali dari intake (cadangan) yang telah disediakan.

Pada alat tersebut, tenaga medis dapat masuk ke dalam bilik dan memasukkan tangannya kedalam sarung tangan latex untuk melaksanakan swab test untuk pasien di luar bilik.

“Untuk komunikasi sendiri bilik ini dilengkapi alat komunikasi speaker dan mic dua arah antara tenaga medis dan pasien,” ujarnya.

Loading...

Karena kondisi pandemi Covid-19, kegiatan pembuatan produk lebih banyak dilakukan di rumah masing-masing kecuali adanya kebutuhan untuk mengecek progres di bengkel saat produksi.

Tim HMM ITB menargetkan membuat sebanyak 12 unit, dan akan dibagikan kepada tiga rumah sakit rujukan Covid-19 yaitu RS Hasan Sadikin, RSUD Cibabat, RS Paru Rotinsulu, dan RS Al Ihsan masing-masing tiga unit alat.

“Mesin ini sangat membantu karena tenaga kesehatan di bagian dalam akan terlindungi, baik dari droplet maupun udara. Tidak ada hubungan langsung antara pasien dengan dokter,“ ujarnya.

Arya mengatakan sejauh ini Swab Chamber membutuhkan dana yang tak besar hanya Rp 4,2 juta per unit. Proses pengerjaan ini bisa ber­langsung dengan bantuan dana dari para donatur.

Pihak HMM ITB sendiri mengakui bahwa kesulitan yang dialami dalam produksi alat ada­lah dari aspek finansial. Untuk itu mereka berharap semoga makin ba­nyak orang yang tergerak hatinya un­tuk membantu menyampaikan donasi.

Baca juga : Pemkab Tasik Siapkan 2,7 M untuk Beli Sarung, Lelangnya Ditunda

Ia mengatakan dengan Swab Chamber dokter atau tenaga medis akan bekerja lebih nyaman.

Karena menurutnya, biasanya kalau memakai alat pelindung diri (APD) lengkap itu panas seperti mengenakan jas hujan.

“Kemudian pakai face shield (pelindung wajah), goggles (pelidung mata) itu kadang-kadang daya lihat dokter menjadi berkurang,” tandasnya. (fin/tgr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.