ITB Ungkap Potensi Tsunami, Bupati Pangandaran: Itu Tak Boleh Diabaikan

1510
0
Dani Ramdan Penjabat sementara (Pjs) Bupati Pangandaran
Dani Ramdan Penjabat sementara (Pjs) Bupati Pangandaran

PANGANDARAN – Prediksi gempa bumi dan gelombang tsunami setinggi 20 meter di Selatan Jawa terus berkembang di masyarakat. Terlebih menjadi kekhawatiran bagi warga yang tinggal di sekitar pantai, termasuk Kabupaten Pangandaran.

Menyikapi hal tersebut, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Pangandaran Dani Ramdan mengatakan, prediksi tersebut merupakan hasil riset dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

“Karena ini merupakan prediksi, sehingga kita tidak tahu kapan bencana ini terjadi, mau tidak mau kita harus melakukan kesiapan,” ujarnya kepada Radar, Senin (28/9).

Kata dia, menyikapi hal ini harus tenang dan jangan panik. Kemudian, masyarakat harus diberikan pemahaman dan edukasi soal mitigasi bencana. Sehingga ketika benar-benar terjadi bencana tersebut bisa diminimalisasi terkiat korban.

“BPBD, Tagana, Tim SAR dan lainnya harus dilibatkan dalam mengedukasi masyarakat dan melakukan simulasi soal kesiapsiagaan bencana ini,” ujarnya.

Masyarakat Pangandaran juga diminta tidak panik dan merasa khawatir yang berlebihan menyikapi prediksi ini. Namun harus tenang, tapi tetap waspada dalam situasi apapun.

Baca juga : Truk Box Seruduk 6 Motor dan Warung di Padaherang Pangandaran, Pasutri Tewas

Selain fokus pada permasalahan antisipasi bencana alam, Pjs bupati juga akan fokus pada empat item permasalahan, di antaranya menciptakan pilkada yang damai dan sehat di saat pandemi Covid-19, sehingga tidak terjadi klaster penularan.

“Termasuk menjaga netralitas ASN agar pilkada berjalan dengan lancar. Kemudian fokus pada masalah pemulihan ekonomi di Kabupaten Pangandaran di tengah pandemi ini,” ujarnya, menjelaskan.

Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan, bahwa alat peringatan dini tsunami harus juga mendorong adanya sistem pengingatan dengan kearifan lokal, yakni kentongan. “Di beberapa desa sudah terdapat kentongan sebagai alat peringatan dini bencana,” katanya.

Namun demikian, dirinya tetap berharap pemerintah tetap memberikan perhatian lebih terhadap sistem peringatan dini. “Terutama soal EWS yang sangat penting dalam peringatan kepada masyarakat,” ucapnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.