Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Disarankan Bangun Komunikasi dengan Struktur di Daerah

Iwan Harus Segera Masuk Golkar

23
0
ISTIMEWA AKRAB. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi terlihat akrab berfoto dengan Iwan Saputra usai silaturahmi di kediamannya, Purwakarta, Selasa (8/10).

SINGAPARNA – Pengamat politik yang juga mantan Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat menilai, penunjukan Iwan Saputra sebagai kandidat calon bupati oleh DPD Partai Golkar Jabar pastinya dengan berdasarkan perhitungan.

“Seorang ketua DPD Partai Golkar Jabar (Dedi Mulyadi, Red) tentunya punya pertimbangan dan kalkulasi yang matang. Sehingga ingin mencalonkan kader dari birokrat Tasik untuk tampil di Pilkada 2020. Mungkin ini juga belajar dari pendahulunya di Kota Tasikmalaya H M Yusuf yang sukses mendampingi Budi Budiman di Pilkada 2017,” ujarnya kepada Radar, Rabu (9/10).

Kalau bicara tepat tidaknya, kata Dede, dikembalikan lagi kepada organisasi partai itu sendiri. Mungkin pertimbangan yang sudah dilakukannya melihat track record dan sumbangsih pemikiran serta popularitas dan elektabilitas Iwan Saputra di masyarakat.

“Iwan memang punya ikatan emosional dengan Golkar, karena orang tuanya pernah menjadi ketua Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya sehingga sangat pas ketika niatnya maju di pilkada melalui perahu Golkar,” katanya.

Lanjut dia, walaupun sudah ada lampu hijau atau sinyal kuat dari pengurus provinsi, tentunya Iwan pun harus menempuh mekanisme internal Partai Golkar. Termasuk membangun komunikasi kepada sesepuh dan tokoh Golkar di Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga tidak sampai struktur DPD di bawah kepemimpinan Erry Purwanto merasa dilangkahi.

“Kalau hemat saya idealnya Iwan ini segera menentukan sikap atau segera mundur dari PNS dan masuk menjadi kader Golkar apabila ingin maju di Pilkada 2020 dari partai berlambang pohon beringin ini,” ujarnya.

Menurutnya, dengan sudah resmi menjadi kader Golkar akan lebih mempermudahnya dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sehingga, sosialisasi yang dibangun bisa membawa misi organisasi partai. “Jelas akan berbeda pandangan masyarakat ketika sosialisasi dengan membawa partai politik dan secara pribadi,” katanya.

Menurutnya, ketika Golkar menyodorkan calon bupati harus segera membangun koalisi, karena mereka hanya meraih tujuh kursi di Pileg 2019. Idealnya kalau yang diusungnya calon bupati, berarti harus membangun koalisi dengan partai yang meraih kursi sama seperti PPP atau di bawahnya ada PAN dan Demokrat.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat yang memberikan sinyal kuat untuk mengusung Dr H Iwan Saputra SE MSi sebagai calon bupati (cabup) pada Pilkada 2020 di Kabupaten Tasikmalaya. Hal tersebut memberikan sinyal bahwa Iwan selangkah lagi mendapatkan tiket untuk maju di pilkada dari Partai Golkar.

“Golkar ingin mengusung Pak Iwan Saputra. Sinyal kuat kita untuk Pak Iwan sebagai calon Bupati Tasikmalaya pada pilkada mendatang,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi usai bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh Tasikmalaya, termasuk Iwan Saputra, Selasa (8/10) di Purwakarta dalam rilisnya. (yfi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.