Warga Cikalong Tasikmalaya Minta Izin Supermarket yang Dekat Pasar Tradisional Dikaji Ulang

720
0
AUDIENSI. Perwakilan pedagang Pasar Cikalong audiensi dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya mempertanyakan izin toko modern atau supermarket yang berdekatan dengan pasar tradisional, kemarin. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Perwakilan warga Pasar Cikalong mendatangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (9/1).

Mereka meminta pemerintah daerah mengkaji ulang soal izin toko modern yang berdekatan dengan pasar tradisional.

Ketua Perhimpunan Pedagang Pasar Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, Dudung Septian menjelaskan, kedatangannya mempertanyakan soal izin toko modern dekat pasar tradisional.

“Kita menolak dibangunnya supermarket dikarenakan zonasinya terlalu dekat dengan Pasar Cikalong, kalau dalam izinnya memang 500 meter, tetapi pada kenyataannya hanya 360 meter ke pasar,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Lanjut dia, pemerintah daerah melalui dinas terkait menyatakan bahwa toko modern tersebut bukan supermarket, melainkan minimarket lokal.

“Pada kenyataannya di izinnya jelas tertulis supermarket terus ukuran bangunannya dua lantai. Lantai satu dan dua masing-masing 400 meter,” kata dia.

Dudung menganggap ada kesalahan dalam prosedur perizinan, karena di dalam aturan tentang toko modern tertulis jelas bahwa jarak toko modern ke pasar tradisional 2,5-3 kilometer.

“Jadi kita minta pemerintah harus menegakkan aturan dalam pemberian proses perizinan kepada pihak pasar modern, kemudian dinas harus mengkaji ulang perizinannya,” ujarnya, menegaskan.

Kata dia, dari hasil audiensi sudah disepakati bersama agar proses pembangunan supermarket diberhentikan sementara, menunggu hasil kajian ulang dinas terkait bersama dewan.

“Jika keberadaan supermarket tetap dipaksakan akan merugikan pedagang di Pasar Cikalong. Karena harganya akan lebih murah dan dampaknya pembeli akan lebih memilih berbelanja ke sana,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Hakim Zaman mengatakan, hasil dari audiensi disepakati memberhentikan sementara proses pembangunan supermarket.

“Setelah dikaji dalam audiensi, saya melihat dalam surat izin pembangunan supermarket di dekat Pasar Cikalong ini ada perbedaan dalam penamaannya, ada toko modern dan supermarket,” ujarnya.

Menurut dia, perbedaan penamaan menjadi dua hal yang sangat berbeda, toko modern itu tidak kena zonasi, jenis lokal atau berjejaring. Kalau supermarket harus 2,5 kilometer. “Itu dilihat dari berkas izinnya yang dikeluarkan dinas,” ucapnya.

“Kami mere­komen­dasikan pemerintah daerah atau dinas terkait mengkaji ulang dan mengevaluasi,” sambungnya.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ucu Mulyadi SP berjanji akan mengawal keinginan warga Pasar Cikalong terkait keberadaan supermarket tersebut.

“Kita sebagai wakil rakyat sangat mendukung pemerintah daerah atau dinas terkait mengkaji ulang perizinan supermarket yang disebut warga Pasar Cikalong,” kata Ucu.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.