Jabar Dapat Rp 1,4 Triliun dari Bank Dunia untuk Benahi Sungai Citarum

25

Bandung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1,4 triliun dari Bank Dunia untuk pembenahan Sungai Citarum. Dana tersebut diperuntukan guna menyelesaikan persoalan sampah Sungai Citarum Selama 3-4 tahun kedepan.

“Kita dapat dana dari Bank Dunia Rp1,4 triliun. Dalam waktu satu minggu harus presentasi ke pemerintah pusat dan Bank Dunia,” ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pasca menggelar rapat pimpinan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/6/2019).

Menurut Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, peruntukkan dana tersebut seluruhnya adalah untuk menangani masalah yang berhubungan dengan sampah. Hal di luar persampahan akan diurus menggunakan sumber dana lainnya.

“(Uang ini dipakai) selama ada hubungannya dengan sampah, hanya itu urusannya. Bukan untuk membiayai danau dan lain-lain,” jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota/Kabupaten yang dilalui oleh Sungai Citarum guna membahas pengalokasian dana penanggulangam sampah tersebut. Lewat dana ini, masalah sampah Citarum tidak mengambil jatah alokasi dari APBD.

“Kita sedang berkoordinasi dengan daerah yang dilewati, apakah dana yang cukup besar ini bisa diselesaikan ke truk sampah, manajemen pilar sampah, zona mengolah plastik jadi barang berguna, atau lainnya. Alhamdulillah berita baiknya ini tidak ada dana dari APBD,” ungkapnya.

Meski demikian, dirinya mengaku belum memahami persis jenis uang yang diberikan, apakah berbentuk hibah atau pinjaman. Dana tersebut, Emil mengatakan, diberikan lewat skema Government to Government (G to G) dari pihak Bank Dunia langsung ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Saya lupa ini dana pinjaman atau apa, tapi ini G to G jadi langsung ke Bappenas,” pungkasnya. (RBD/arh/net/pojokjabar)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.