Pangandaran Menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Jabar Seperti Batu Akik, Sea World Kelas Dunia Segera Dibangun

104
TINJAU PROYEK. Menpar RI Arief Yahya dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil ke kawasan Piamari didampingi Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Rabu (28/11).foto : Nana Suryana / Radar Tasikmalaya

Menteri Pariwisata Arief Yahya berkunjung ke Pangandaran, Rabu (28/11). Dia dampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata.

Arief meninjau perkembangan rencana penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), penataan kawasan pantai dan pembangunan Pangandaran Integrated Aquarium and Marine Research Institute (Piamari).

Usai berkeliling, Menpar Arief Yahya kemudian membuka kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Destinasi Pariwisata Pangandaran yang digelar di Hotel Arnawa, Bulak Laut, Pangandaran.

Sedikitnya, 150 pelaku wisata dari berbagai stakeholder hadir di acara tersebut. “Pangandaran sudah dicanangkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maret tahun depan dan targetnya menjadi kawasan Unesco Global Geopark seperti Geopark Ciletuh Sukabumi,” ungkapnya saat memberikan sambutan dihadapan puluhan pelaku wisata.

Dikatakannya, Pangandaran memiliki sejumlah potensi atraksi wisata alam, budaya dan wisata buatan. “Ada wisata bahari Pantai Pangandaran, Pantai Batukaras, kawasan ekowisata taman wisata alam dan yang sedang dalam pembanguan yaitu sea world sekaligus Marine Research Center atau pusat riset kelautan yang digarap pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ujarnya.

Menurutnya, aksesibilitas infrastruktur di Pangandaran juga perlu ditingkatkan untuk mewujudkan mimpi besar Pangandaran menjadi kawasan wisata yang mendunia. “Bandar udaranya harus diperpanjang agar akses wisatawan semakin mudah, Pelabuhannya dan akses jalan darat yang baik,” ungkapnya.

Dikatakannya, Kementerian Pariwisata mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Provinsi Jawa Barat yang membangun sektor pariwisata. “Salah satu kunci sukses pariwisata yaitu adanya komitmen bersama yang intens, dari pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pangandaran disiapkan menjadi kawasan wisata unggulan di Jawa Barat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaikan anggaran untuk penataan kawasan pantai Pangandaran dari sebelumnya diusulkan Rp 40 miliar menjadi Rp 80 miliar tahun 2019 mendatang.

“Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk penataan Pantai Barat dan Pantai Timur,  setengahnya lagi untuk pembangunan pemecah ombak, dengan catatan parkir perahu digeser tidak menggangu wisatawan berenang,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menjelaskan dalam musrembang dirinya menyampaikan keunggulan Jawa Barat yaitu sektor pariwisata. “Sebenarnya pariwisata kita sudah luar biasa, hanya kurang dipoles. Selama ini Jawa Barat seperti batu akik yang belum dipoles, saya akan memoles agar bersinar sesuai keindahannya,” kata dia.

Kang Emil melanjutkan ada tiga tipe pariwisata yang akan dibangun. Pertama, memperbaiki akses yang kurang maksimal, selanjutnya membuat destinasi baru dengan skala besar dan terakhit menyiapkan kluster-kluster khusus yang dijadikan ekonomi zone seperti KEK.

“Destinasi yang siap itu baru di Cikidang Sukabumi dan Pangandaran. Kita akan menggoalkan dulu KEK di bulan Maret 2019, kalau sudah ditetapkan nanti akan turun bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Dikatakannya, pemerintah provinsi sudah menyiapkan beberapa rencana besar untuk Pangandaran. “Kita siapkan perpanjangan Bandara Nusawiru, Pelebaran jalan ke Pangandaran dan reaktivasi jalur kereta api. Saya punya keyakinan dalam lima tahun ke depan Pangandaran akan menjadi destinasi terbaik di Jawa Barat,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini lebih dari 90 destinasi di Pangandaran mulai dari wisata bahari hingga wisata alam yang menjanjikan. “Saya juga diminta bu Susi (Menteri KKP) untuk menata Pantai Timur dan menyampaikan juga Piamari. Tahun depan Pangandaran akan mengalami transformasi luar biasa,” ujarnya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyambut baik dukungan Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia pun semakin optimal membangun Kabupaten Pangandaran yang masih berusia 6 tahun. “Saya menjadi Bupati baru dua tahun lebih, saat menetapkan arah pembangunan Pangandaran sempat bingung, kita punya berbagai potensi, namun banyak keterbatasan, termasuk anggaran,” ungkapnya.

Ribuan pedagang yang memenuhi pantai juga menjadi tantangan besar bagi dirinya sebagai Bupati pertama. “Ada pemikiran untuk menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata dunia. Namun bingung dengan keterbatasan, apalagi kawasan pantai dipenuhi ribuan pedagang kaki lima, tapi saya yakin dan dengan niat baik dan kesabaran kita terus bergerak,” ungkapnya.

Dikatakannya, proses pemindahan pedagang pantai bahkan memakan waktu hingga satu tahun. “Alhamdulillah setahun berkomunikasi, walapun berat hati akhirnya pedagang berhasil kita relokasi, kita bangunkan gedung. Kita  juga membentuk Satgas Jaga Lembur untuk menjaga keamanan di tempat wisata,” ujarnya.

Jeje mengaku sangat gembira karena mendapat dukungan dari Gubernur Jawa barat dan Menteri Pariwisata untuk membangun pariwisata di Pangandaran.(nay)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.