Polisi Berhasil Tangkap Dua Orang Pelaku

Jadi Begal untuk Biayai Anak

369

TASIK – Ancaman Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf terhadap pelaku begal bukan gertak sambal. Buktinya, pada Kamis (17/8) dua orang pelaku aksi begal berhasil diringkus aparat berseragam cokelat tersebut.

Dua pelaku begal itu yakni TS (31) alias Ibro dan AH (24) alias Dani. Mereka ditangkap karena mengambil ponsel dan sepeda motor milik warga di Jalan Lewo Babakan Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya Jumat (3/8).

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf mengungkapkan su­dah mengamankan dua pelaku begal yang beraksi di wilayah Mangkubumi. Saat ini, pihaknya terus mengembangkan penyelidikan untuk mencari pelaku lain.
“Ya, alhamdulillah berkat dukungan dari semuanya, kami sudah amankan beberapa pelaku,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (17/8).

Meskipun beberapa pelaku berhasil ditangkap, kata Febry, upaya preventif mencegah kejadian serupa tetap dilakukan. Salah satunya dengan patroli baik di jajaran Polres maupun Polres khususnya di lokasi dan jam rawan. “Tetap, upaya pencegahan kita gencarkan,” katanya.

Dia berharap pembuktian dari kepolisian ini, bisa membuat masyarakat tenang. Dia pun meminta kerja sama dari semua pihak dalam pengungkapan kasus curas itu.

Kapolsek Mangkubumi Ipda Agus Fredy mengatakan dua pelaku begal yang ditangkap melakukan aksinya pada 3 Agustus 2018 pukul 20.00, saat itu pelaku mengeluarkan sebuah senjata tajam. Mereka mencegat seorang pelajar dan mengambil HP serta sepeda motor korban. Ke duanya, kata Fredy, ditangkap di rumahnya masing-masing pada hari Kamis (16/8). “Ini bukan kasus yang kemarin (Minggu 12/8). Tapi kejadiannya awal Agustus,” ungkapnya.

Akan tetapi, kata dia, tidak menutup kemungkinan kedua pelaku berkaitan dengan kasus yang terjadi pada Minggu 12 Agustus kemarin. “Kita akan kembangkan, kami juga belum memastikan ada keterkaitan atau tidak (Dengan rentetatan beberapa kejadian begal, Red),” terangnya.

Sementara itu, TS mengaku baru pertama kali melakukan aksi begal. Kejahatan tersebut terpaksa dia lakukan karena tuntutan ekonomi yang mendesak. “Untuk biaya sekolah anak saya,” akunya.

Warga Kecamatan Mangkubumi itu mengaku hanya berniat mengambil HP korban saja. Akan tetapi saat kejadian korban langsung lari ketakutan dan meninggalkan sepeda motornya. “Niatnya hanya mau ngambil HP saja, karena motornya ditinggalkan jadi kami ambil,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Tasikmalaya Kota mulai mendapat titik terang mengungkap kasus maraknya aksi begal di Tasikmalaya. Masyarakat pun diminta tenang dalam menyikapi beberapa kasus pencurian dengan kekerasan tersebut.

Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Gandi Jukardi SH MH mengatakan meski kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Namun pihaknya sudah mendapat beberapa petunjuk yang tidak bisa dipublikasikan. “Masih dalam penyelidikan tapi kami sudah dapat titik terang (petunjuk, Red),” ungkapnya kepada Radar, Rabu (15/8).

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa mengesampingkan kewaspadaan. Karena selain tindakan represif, polisi melakukan tindakan preventif untuk mencegah kasus serupa terulang kembali. “Kami terus berpatroli untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.