Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.5%

19.8%

7.7%

69%

Jadi Gaya Hidup, 60% Siswa Siswi SMP & SMA di Kota Tasik Jadi Perokok

611
1
Diseminasi Beranda Sakota II
Kepala Dinas Kota Tasik, Uus Supangat saat memberikan sambutan dalam kegiatan Diseminasi Beranda Sakota II di Studio Radar Tasikmalaya TV, Kamis (23/07). rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Merokok saat ini menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Kecanduan rokok di Kota Tasik sudah mengakar ke kalangan pelajar.

Bahkan, di kalangan pelajar yang menjadi perokok tak hanya kaum pria (siswa), namun pelajar putri (siswi) pun mulai merokok.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat, kepada radartasikmalaya.com, Kamis (23/07) pagi, yang ditemui usai membuka Diseminasi “Beranda Sakota II” dalam rangka Hari Tembakau Sedunia di Studio Radar TV.

Terang Uus, melihat dari banyaknya pelajar yang menjadi perokok maka pihaknya akan terus mencetak Duta Anti Rokok.

“Ini dalam rangka hari tembakau sedunia dan peringatannya diikuti para siswa. Tujuannya kita lebih mengkampanyekan lagi bahaya rokok dan akibat dari tembakau,” terangnya.

“Karena memang dari hasil berbagai penelitian dan survei data yang masuk ke kami, di Indonesia ini kurang lebih 225.700 meninggal dunia karena dampak rokok. Perokok maupun yang bersinggungan dengan tembaku,” sambungnya.

Beber Uus, di Kota Tasik khususnya, sesuai hasil survei pihaknya, banyak remaja atau anak-anak usia 10 hingga 13 tahun mulai menjadi perokok aktif.

“Kemudian, banyak juga perokok aktif ini tak menyadari akan bahaya dari rokok itu terhadap lingkungan sekitar. Seperti masih merokok di ruangan-ruangan tertutup,” bebernya.

Uus mencontohkan, merokok di ruangan tertutup itu antara lain merokok di dalam rumah, merokok di ruangan ber-AC dan lain sebagainya. Padahal itu berbahaya bagi perokok dan lingkungan sekitarnya.

“Pada akhirnya menjadi perokok pasif yang punya resiko yang sama dengan perokok aktif,” tambahnya.

Maka dari itu, pihaknya ingin memberikan pemahaman kepada remaja-remaja pelajar agar usai kegiatan ini mereka bisa menginformasikan kembali di komunitasnya masing-masing.

“Bahkan lebih jauh kepada masyarakat agar menyampaikan apa yang mereka dapat hari ini untuk ikut mengkampanyekan bahaya penggunaan rokok,” harapnya.

Sebab, jelas Uus, dii Kota Tasik kalau dipersentasikan 60 persen lebih pelajar sudah merokok. Dan itu adalah di usia pelajar SMP dan SMA.

“Lalu tak juga terkait gender. Dulu perokok itu laki-laki. Sekarang ternyata yang wanitanya juga mulai menjadi perokok,” jelasnya.

Diseminasi ini diikuti para pelajar se-Kota Tasik yang juga aktif diberbagai organisasi seperti Osis, Pramuka, PMR dan lain sebagainya, serta menghadirkan para narsumber dari kalangan kesehatan seperti dokter.

(rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Tanggung jawab kita bersama, sosialisasi tiada henti dari pihak terkait, Orang Tua, Guru, Dinkes, harus terus memberikan edukasi, terkahir dunia Industri akan menerapkan tidak menerima pegawai dari kalangan perokok, ini dipastikan efektive, agar ybs tidak menjadi perokok, apalagi Tasikmalaya, yang katanya kota santri, bahwa rokok itu di lihat dari hukum islam mubazir, makruh, nah kalau warga tasik adalah orang2 islami tentu saja ini harus jadi peringatan kemunduran generasi islami yang ada di Tasikmalaya, semoga mereka faham akibat menjadi perokok, menganggu lingkungan dan kenyamanan orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.