Jadi Korban Pencatutan

96
0
Letkol Inf Asyraf Aziz

GARUT KOTA – AR, oknum anggota salah satu organisasi di Kabupaten Garut diduga mencatut nama Komando Distrik Militer (Kodim) 0611/Garut untuk memuluskan aksi penipuan terkait program rumah tidak layak huni (rutilahu).

“Jadi oknum ini menipu beberapa pengusaha konstruksi dan puluhan kepala desa di 15 kecamatan dengan menjanjikan akan memberi program rutilahu dan mengatasnamakan Kodim Garut,” ujar Komandan Kodim 0611 Garut Letkol Inf Asyraf Aziz kepada wartawan di kantornya Kamis (13/12).

Menurut dia, praktik penipuan atas nama program rutilahu yang dilakukan AR terbilang lihai dan rapi. Untuk mengelabui korbannya, beberapa kali oknum itu sengaja menghadirkan orang dari Jakarta yang diklaim perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Pernah ada acara di Bayongbong, kami diundang sebagai peserta. Terus setelah itu perwakilan dari kami difoto sama mereka, akhirnya disebar. Dikatakan itu sedang pencairan bantuan rutilahu,” ujarnya.

Bahkan berdasarkan cerita salah satu korban, kata dia, oknum ini menggondol uang hingga Rp 800 juta dari praktik penipuan tersebut.

“Saya sempat panggil pemborongnya, ternyata dia pun korban karena uangnya dipakai buat akomodasi,” katanya.

Aksi penipuan oknum tersebut diketahui setelah sebuah video berdurasi 1.31 detik menyebar melalui WhatsApp.

Dalam video tersebut AR membuat pengakuan setelah ditangkap warga soal aliran uang dari program rutilahu yang dijanjikannya kepada para korban.

“Itu di video oknum itu mengaku memberikan uang kepada Kodim Garut. Itu hanya hoax semuanya juga,” terangnya.

Dengan adanya temuan itu, dirinya meminta Polres Garut mengungkap kasus tersebut. “Sedang kami kaji. Kalau perlu kami akan turut melaporkan atas pencemaran institusi Kodim 0611/ Garut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0611 Garut Kapten D Kurniawan. Menurut dia, Kodim 0611 tidak tahu menahu mengenai program rutilahu yang disampaikan oknum AR dalam sebuah rekaman video.

“Memang pernah mengundang ke kami, tapi dalam kapasitas sebagai peserta,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris salah satu organisasi di Kabupaten Garut Niko menyatakan pengakuan yang disampaikan AR disampaikan karena dalam tekanan.

“Dia (AR) ngelantur. Saya tegaskan bahwa pasiter tidak menerima uang sepeser pun dan tidak ada hubungannya sama Kodim,” ujarnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.