Aktris Legendaris Main Film Komedi

Jadi Mama – Mama Jagoan, Widyawati Tomboy Banget

16

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Tiga aktris legendaris era tahun 60-an Widyawati, Ratna Riantiarno dan Ni­niek L Kariem akan mewarnai perfilman Tanah Air.

Perempuan-perempuan yang tidak lagi muda ini reuni di film komedi terbaru “Mama Mama Jagoan”.

Di film ini mereka bertiga bersahabat dan punya karakter yang berbeda dengan aslinya.

Jika di film-film sebelumnya Widyawati terlihat sebagai sosok perempuan yang lemah, lembut, elegan dan tidak berlebihan, kali ini ia mendapat peran yang sangat berbeda dari karakter aslinya. Ia harus memerankan sosok perempuan tomboy.

Widyawati mengaku kaget saat mengetahui ia memerankan karakter tomboy. Dan kagetnya lagi saat ia diminta agar mengeritingkan rambutnya.

“Di sini emang saya karakternya tomboy lain banget dengan saya. Lalu sutradaranya minta ‘untuk kali ini saya minta kamu keriting rambut’, ‘hah keriting?’ saya bilang. Keriting yang biasa nggak keriting yang bener-bener keriting itu,” katanya Widyawati di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (4/11).

Bukan hanya rambut yang berbeda, dalam film ini, ia juga ditantang untuk menggunakan make-up yang tebal dan mencolok.

“Biasanya kalau saya pasti make-up tapi make-up tipis gitu, kalau di sini rada-rada jorok yah,” imbuhnya.

Di film yang diproduseri Restu Sinaga ini, akan menampilkan sosok yang benar-benar berbeda dari aktris legendaris yang sudah lama bersahabat ini.

Meski demikian, dia berusaha tetap profesional sebagai aktris senior yang sudah malang melintang di dunia entertainment.

“Itu yang membuat orang ‘waduh beda banget yah’, karena yang sebelum-sebelumnya seperti itu. Waktu masih muda sekali pernah juga peran tomboy masalaah wardrobe tidak terlalu dipikirkan. Sebetulnya kalau tomboy kan ada ciri khasnya gitu, yah sudahlah nggak masalah,” ujarnya.

Tidak diragukan lagi, para pemain utama di film ini sangat mendalami perannya. Bagi Widyawati membangun chemistry tidaklah sulit, karena ia dan pemain lainnya sudah lama saling kenal. Mereka pun patuh dengan arahan sutradara.

“Tidak recall juga sih, apa yang ada di skenario biasanya sutradara mengarahkan. Kita memang nggak bisa bicara masalah chemestry karena memang kita sudah lama kenal sudah biasa,” katanya perempuan 68 tahun ini.

“Kalau masalah mendalami sih yah memang dalam. Setiap saya dapat skenario pasti saya akan baca keseluruhan yah seperti apa, lalu di setiap film pasti ada sutradara pasti kita akan bicara dengan sutradara,” sambungnya.

Ratna Riantiarno menambahkan awalnya sempat tidak yakin menjadi pemeran utama di film bergendre komedi ini, pasalnya usia mereka yang terbilang tua. Ratna khawatir rating film ini bagus karena diperankan oleh aktris-aktris tua.

“Kalau di Indonesia ini memang lain kalau kita bicara Amerika, kalau Amerika justru yang tua-tua masih terus di pake gitu kan. Jadi kalau kita sih berumur sedikit udah lewat gitu. Nah ini kita apresiasi sekali apa yang mereka lakukan kita anggap berani gitu,” ujarnya.

Melalui film ini, mereka ingin menyampaikan pesan moral kepada generasi muda bahwa di usia tua saja mereka tetap bersahabat dan akrab meskipun  di masa mudanya mereka tidak terlalu akrab. Tua bukan berarti tidak bisa berkarya dan menjaga komunikasi.

“Sebetulnya kayak gini yang muda-muda, juga begitu kalau kita menjadi tua kan masih bisa heboh juga. Tua bukan berarti tinggal di rumah gitu yah,” kuncinya.

Film besutan sutradara Sidi Saleh mengisahkan tentang Myrna diperankan Niniek L Karim, yang suaminya baru meninggal, mengalami depresi. Semangatnya baru muncul ketika menerima kartu pos dari Monang, anak lelakinya yang sudah setahun tidak pulang akibat bersitegang dengan sang ayah.

Ditemani dua sahabatnya, Dayu yang diperankan oleh Widyawati dan Hasnah diperankan Ratna Riantiarno, Myrna mencari Monang di Bali.

Dalam proses pencarian, mereka justru terlibat dengan berbagai komplikasi dan kejadian lucu. Mulai dari Hasnah yang takut terbang, pengalaman pertama mencoba bikini wax, Dayu yang bertemu lagi dengan cinta lamanya, sampai mereka justru berakhir dan terlibat pertengkaran satu sama lain.

“Mama Mama Jagoan” siap menghibur Anda di bioskop mulai 22 November 2018 mendatang. (dim/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.