Mengenal Maria Febe Kusumastuti

Jadi Mualaf Karena Dengar Suara Azan

442
0
MUALAF. Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Maria Febe Kusumastuti kini memeluk Islam. Khanif / Fin

Tidak ada paksaan bagi pebulutangkis Indonesia tunggal putri, Maria Febe Kusumastuti untuk memeluk Islam. Wanita kelahir­an Boyolali 30 september 1989 ini, mengaku menjadi mualaf karena senang mendengar lantunan suara azan dari masjid di lingkungan tempat tinggalnya.

“Lantunan suara azan, lingkungan di sekitar saya, yang suka tarawih, salat jamaah, dan lagu-lagu islami, yang membuat saya ingin belajar lebih dalam (tentang Islam, Red),” kata Febe saat dihubungi Fajar Indonesia Network (FIN) di Jakarta, Jumat (24/5).

Febe mengaku memutuskan memeluk Islam pada tahun 2013 silam. Namun baru bisa mengantongi sertifikat pada tahun 2017. “Saya mengucapkan kalimat syahadat tahun 2013. Tapi resminya mempunyai sertifikat mualaf tahun 2017,” ujar Febe yang kini memiliki nama Islam Aisyah Febe Kusumastuti ini.

Febe menikah dengan Andrei Adistia, yang juga sesama pebulutangkis Indonesia. Keduanya menikah tahun 2017. Sebelum menikah, keduanya sempat menjalani hubungan asmara sekitat 8 tahun. Hubungan itu sempat putus, namun kemudian kembali memutuskam untuk menikah. Dirinya membantah, memeluk Islam karena ingin menikah dengan Andrei Adistia.

Febe mengaku di awal-awal dirinya memeluk Islam, sempat bermasalah dengan kedua orang tuanya. Karena tidak menyetujui Ia menjadi mualaf. Namun itu tidak berlangsung lama, setelah menikah, Febe merasa hidupnya kembali normal. “Ya, (orang tua) tidak menyetujui, tapi setelah menikah, sekarang biasa saja,” katanya.

Hingga saat ini, Febe masih terus mendalami Islam tentang kewajiban-kewajibannya, termasuk mengenakan jilbab bagi wanita. “Ada niat (kenakan Jilbab, Red), tapi belum untuk saat ini. Karena masih main (bulutangkis). Pakai jilbab untuk saat ini kalu masuk Masjid, itikaf, Ramadan,” tutupnya.

Nama Febe sendiri mulai mencuat di dunia bulutangkis Indonesia, ketika dirinya meraih gelar juara di ajang Kejuaraan Internasional Brazil Tahun 2006 silam. Ini jelas mengejutkan, sebab waktu itu, Febe masih berumur 17 tahun. Kejutan lainnya, Febe berhasil meraih medali emas dalam kompetisi Australia Open Grand Prix 2009. Saat itu ia berhasil mengalahkan unggulan terbaik Hong Kong, Yip Pui Yin, lewat dua set langsung dengan skor akhir 21-18, 21-19.

Sebelumnya, Febe dan suami dikabarkan menarik diri dari dunia bulutangkis. Setelah menghilang hampir 2 tahun. Namun, pada 2018 kedua pasangan suami istri ini muncul dan mewakili Indonesia di Singapore International Series 2018 di kategori ganda campuran.

Kala itu, Andrei dan Febe membuat ‘comeback’ bersejarah.

Keduanya merupakan pasangan suami-istri pertama dari Indonesia yang bermain bersama dalam satu pertandingan di sektor ganda campuran. Sayangnya, Keberuntungan belum berpihak untuk keduanya. Mereka kalah secara dramatis menghadapi Ho Wei Lun yang berpasangan dengan Yuen Sin Ying dari Hong Kong di babak pertama kejuaraan tersebut, Andrei-Febe kalah dalam pertarungan rubber game, 9 – 21, 21-19, 19-21. (dal/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.