Jadi PNS, Mimpi 144 Bidan PTT Terwujud

540

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Wakil Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto melantik 144 bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Senin (23/4/2018).

Ade menjelaskan para bidan yang sudah diangkat menjadi PNS harus mampu menjaga nama baik, kejujuran dan kepercayaan yang telah diberikan untuk menjadi bekal dalam menjalankan tugas mengabdi kepada masyarakat.

“Saya harapkan semuanya mampu menjaga kepercayaan yang sudah diberikan dengan menjadi seorang PNS. Karena kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali,” ujarnya.

Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk memberikan pengabdian yang utuh kepada masyarakat melalui pelayanan secara tulus. Sehingga dengan begitu bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. “Yang paling penting apa yang sudah dilakukan bisa menjadi ladang ibadah,” ujarnya.

Ade berharap semuanya bisa menjadi bidan yang tangguh dalam mendampingi dan menolong setiap ibu yang melahirkan. Karena peran bidan di tengah masyarakat sangat dihargai dan dihormati, mengingat tugasnya yang sangat mulia. “Mulai dari memberi semangat, membesarkan hati ibu melahirkan sampai merawat bayi yang sudah lahir dengan baik,” katanya.

Ada beberapa tugas pokok yang harus dilakukan bidan, mulai dari memiliki kemampuan mandiri, kolaborasi dan rujukan. Dalam pelaksanaannya bidan harus dapat mengembangkan pelayanan dasar kesehatan. Termasuk memberikan penyuluhan kesehatan yang baik dan benar kepada masyarakat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tasikmalaya Drs H Iin Aminudin mengatakan penetapan 144 bidan PTT menjadi PNS berdasarkan Surat Keputusan Bubati Tasikmalaya Nomor 820/Kep.173-BKD/2017 tentang Pengangkatan CPNS dari program Pegawai Tidak Tetap Kementerian Kesehatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017.

“Para bidan yang dilantik hari ini telah melaksanakan masa percobaan selama satu tahun dan telah memenuhi syarat sebagai PNS dengan telah dinyatakan lulus pendidikan dan pelatihan (Diklat) prajabatan yang telah diselenggarakan oleh BKD,” paparnaya.

Diangkatnya bidan PTT menjadi PNS merupakan nilai positif di tengah Kabupaten Tasikmalaya yang kekurangan PNS. Apalagi para bidan PTT ini sudah menunjukan perjuangannya membantu masyarakat desa serta menurunkan angka kematian ibu dan anak.

“Sekarang mereka mendapatkan reward dari pemerintah pusat untuk diangkat menjadi PNS,” terangnya.

BKD menilai pengangkatan CPNS model seperti ini yang sangat tepat. Jadi selain diuji kompetensi ada juga pengujian komitmen dan pengalamannya di masyarakat.

“Ini harus menjadikan catatan pemerintah pusat untuk merevisi UU ASN. Bahwa jabatan tertentu tidak hanya melihat kompetensi tapi harus menjadi pertimbangan pengabdiannya. Sangat mengharapkan kembalinya budaya pengangkatan PNS dari non umum atau para pengabdi baik sukwan maupun honorer,” paparnya.

Perjuangan untuk mewujudkan mimpi bidan PTT menjadi PNS memang tidak mudah. Butuh waktu lama melakukan persentasi kepada pemerintah pusat bahwa mereka dibutuhkan untuk menjadi PNS. “Bagi yang dikukuhkan saat ini diberikan perlakuan khusus karena mereka memiliki nilai pengabdian.

Proses seperti itu berlangsung bertahun-tahun dengan melibatkan semua pihak untuk meyakinkan pusat,” terangnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Drs H Abdul Kodir mengatakan dengan adanya penambahan PNS pada bidang kesehatan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Diangkatnya menjadi PNS harus memberikan motivasi dalam menunjukan kinerja terbaik di tengah masyarakat. Jangan sampai setelah dilantik PNS ini tidak menunjukan kerja terbaiknya,” katanya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tasikmalaya N Elih Harlina SKM MH Kes berharap menjadi penyemangat para bidan untuk bekerja lebih baik. Karena memang statusnya sudah jelas menjadi PNS. “Kami dari pengurus berharap para bidan bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.

IBI mengapresiasi kepada pemerintah yang sudah memperjuangkan nasib dari para bidan untuk bisa menjadi PNS. Apalagi penantian ini merupakan perjuangan yang panjang dari bidan PTT hingga terwujudnya mimpi menjadi PNS.

Kata dia, sejauh ini yang masih menjadi bidan PTT untuk provinsi 79 orang dan pusat tinggal 16 orang. Sedangkan yang baru dikukuhkan menjadi PNS semuanya PTT pemerintah pusat. “Semuanya tersebar di seluruh puskesmas dan desa,” paparnya. (rls/yfi)

loading...