Lukas Patriadi Penuhi Nazar

Jadi PPK Terbaik, Kayuh Sepeda Kumbang ke Bandung

3
Seorang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Purwaharja Kota Banjar Lukas Patriadi (49) beraksi nyentrik: mengayuh sepeda kumbang Phoenix tahun 1974 sejauh ratusan kilometer. Tepatnya, dari Kota Banjar sampai Lapangan Gasibu Kota Bandung.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Seorang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Purwaharja Kota Banjar Lukas Patriadi (49) beraksi nyentrik: mengayuh sepeda kumbang Phoenix tahun 1974 sejauh ratusan kilometer. Tepatnya, dari Kota Banjar sampai Lapangan Gasibu Kota Bandung.

Cecep Herdi, Banjar Kota

Lukas Patriadi memenuhi nazarnya. Setelah terpilih menjadi PPK terbaik se-Kota Banjar, pria 49 tahun itu mengayuh sepeda dari Kota Banjar ke Kota Kembang. Seorang diri.

”Sebetulnya sudah sejak lama saya ingin sampai ke Bandung dengan bersepeda. Ini Pengalaman pertama dan mungkin terakhir karena mengingat usia sudah mau 50 tahun. Saya juga sudah lama punya keinginan ini dan alhamdulillah ada nazar yang bisa saya penuhi. Sangat senang sampai di Bandung, bangga bisa sampai di sini dengan sepeda tua kesayangan saya,” katanya via telepon kepada Radar, Minggu malam (16/9).

Lukas mengaku berangkat dari rumahnya di Lingkungan Wargamulya Kelurahan Purwaharja Kota Banjar Jumat (14/9) pukul 15.04 WIB. Kemudian tiba di Lapangan Gasibu Kota Bandung Sabtu (15/9) pukul 16.00 WIB.

“Beristirahat untuk sembahyang di Ciamis, Tasik. Kemudian Jumat malamnya saya nginap di salah satu SPBU di Ciawi pukul 23.00 WIB. Berangkat lagi besoknya (Sabtu) pukul 06.00 WIB. Alhamdulillah selama perjalanan tidak ada kendala,” ujarnya.

Yang menjadi kekhawatirannya adalah sepeda tuanya yang selisih usia lima tahun lebih muda darinya. Ia khawatir sepedanya mengalami kerusakan saat di perjalanan. Untuk itu, selama mengayuh, ia sangat berhati-hati.

“Alhamdulillah tidak ada kerusakan ternyata. Kalau untuk fisik dan mental saya sudah sangat siap karena memang niat ditambah saya memiliki nazar. Semangat sudah menggebu-gebu,” kata dia.

Pada usianya yang kepala empat hampir ke lima, Lukas mengaku tak mudah untuk mengayuh sepeda tua apalagi ketika menyusuri jalan menanjak.

Lukas memulihkan tenaga usai kelelahan dengan meminum air kelapa muda dan buah-buahan yang dijual di sepanjang jalan menuju Kota Bandung.

Tak hanya Banjar-Bandung, rencananya ada babak kedua perjalanan balik dari Bandung ke Kota Banjar.

Namun ia akan terlebih dahulu pulang ke Kota Banjar selama sepedanya diperbaiki oleh ahlinya di sana (Bandung).

“Sekalian mengganti spare part seperti orisinalnya lagi. Nanti kalau sudah selesai saya kayuh lagi dari Bandung sampai ke Banjar,” ucapnya.

Ketua KPU Kota Banjar Dani Danial Mukhlis mengapresiasi nazar Lukas.

“Terkait Nazar Pak Lukas itu kita apresiasi karena sebagai ekspresi mungkin dari kebanggaan yang bersangkutan atas kebahagiaan PPK Purwaharja yang mendapat penghargaan. Itu cukup nyentrik dan eksentrik menurut saya,” katanya. (*)

loading...